Inilah Keronologi Kecelakaan Istri Walikota Langsa Meninggal

63

Peristiwa yang mengharukan baru saja terjadi tadi pagi. Kecelakaan mobil dialami oleh istri walikota Langsa dan langsung meninggal.

Istri walikota langsa Usman Abdullah yakni Mirliza Muchtar dan anak Ketiganya Zaratul Syifa (11) dikebumikan berdampingan di Tempat pemakaman Umum (TPU) gampong Paya Bujok Seuleumak,Kecamatan langsa Baro Kota Langsa , Aceh .

Jenazah istri dan anak wali kota dibawa ke TPU usai disolatkan Masjid Darul Fallah Langsa. Ratusan orang menghampiri pemakaman istri dan anak irang nomor satu di Kota langsa tersebut. Pemakaman Tersebut dilaksanakan pada pukul 11.30 WIB pada hari minggu (11/10).

Sebagian Besar warga yang hadir dalam pemakaman Terlihat meneteskan air mata saat jenazah dimasukkan di dalam liang lahat.

foto kecelakaan istri walikota langsa

Selain warga yang berdatangan tercata sejumlah pihak lain yang ikut mengiringai kepergian Istri Waliota Langsa tersebut. Hadir pula SKPK Kota Langsa yang ikut hadir. Kabag Humas Pemko Lanbgsa Hamdani Mengatakan bahwa Istri dan anak wali kota dikebumikan  berdampingan pagi tadi.

Persitiwa yang merenggut banyak nyawa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat rombongan Istri Walikota Dalam Perjalanan paulang dari banda Aceh menuju Langsa. Istri wali kota Langsua meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di Desa Bukit Selamat Kecamatan Sungai Raya Aceh Timur, Mobil yang ditunpangi oleh Istri Wali Kota Langsa tersebut bertabrakan dengan truk pengangkut barang.

Dari tabrakan tersebut akibatnya istri Wali Kota langsa Usman Abdullah yakni Mirliza Muchtar (39) anak ketiganya Zaratul Syifa (11), Risna (22) pengasuh anak dari fajakir (26) sopir meninggal dunia dari kecelakaan tersebut. Sedangkan Korban lain yang berada dalam mobol tersebut tercatat mengalami luka berat.

Korban tersebut adalah anak bungsu dari wali kota Uwais Qarni (2) Aklima (27) dan pengasuh bayi setrta N Yusuf (34) ajudan Istri wali kota.

Para Pelayat dan keluarga yang menyaksikan pemakaman tak kuasa menahan kesedihan mereka. kebanyakan mereka menitikan air mata atas tragedi tersebut. Tak pula pada Pelayat dan Keaurga mendiakanb Koran agar mendapatkan Tenapt terbaik di sisi Tuhan Yang maha Kuasa.