Indonesia Akan Adakan Wajib Militer ? Inilah Penjelasan Lengkap Menkopolhukam

44

Indonesia sudah lama merdeka dari para penjajah, rakyatnya kini terbuai dengan kedamaian tanpa peperangan. Tetapi apakah yang akan terjadi setahun atau dua tahun kemudian ? bagaiamana jika Indonesia kembali di jajah dan terjadi peperangan ? masyarakatnya masih terbuai dengan kedaiaman dan tidak dapat ikut berperang. Untuk itu Kementerian Pertahanan akan segera mengimplementasikan kewajiban bela negara bagi seluruh warga Indonesia.

Dalam sepuluh tahun ke depan, pemerintah menargetkan sebanyak 100 juta warga telah siap menjadi kader bela negara. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Ryamizard sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia mengatakan, program pembentukan kader bela negara merupakan gagasan pemerintah untuk mempersiapkan rakyat menghadapi dua bentuk ancaman, yakni ancaman militer dan nirmiliter.

Meski Indonesia adalah negara yang cinta damai dan bukan agresor, kata Ryamizard, tiap warga harus selalu siaga terhadap ancaman yang mengintai kedaulatan negara.

“Kalau kedaulatan kita disinggung, kalau perlu kita perang. Kalau perang, seluruh komponen harus mempertahankan negara. Itu namanya perang rakyat semesta,” ujar Ryamizard di Jakarta, Senin (12/10/2015) lalu.

Ryamizard lebih lanjut memaparkan, sistem perang rakyat semesta tidak hanya bergantung pada kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI), tapi juga seluruh warga negara. Menurutnya, melalui pendidikan bela negara, warga sipil dapat menguasai dasar-dasar pertahanan.

“Masalah militer ini yang penting pengalaman, misalnya pengetahuan satu regu terdiri dari berapa orang. Kalau perang terjadi, mereka tahu akan berperan sebagai apa,” ucap Rymizard.

Lebih dari itu, kewajiban bela negara memiliki penjabaran yang luas dan tidak melulu berkonotasi mengangkat senjata. Bela negara dijalankan tiap warga sesuai dengan kemampuan dan profesi mereka masing-masing.

Dalam konteks ancaman nirmiliter, mantan kepala staf TNI Angkatan Darat itu menyebut kasus penyalahgunaan narkoba, bencana alam dan ancaman penyebaran penyakit menular sebagai contohnya.

“Pancasila harus menjadi pilar utama. Semua perlu ditata dan dimotivasi tentang bagaimana hidup berbagsa dan bernegara. Untuk itulah kami membentuk kader bela negara,” ujar Ryamizard.

Kemhan akan menyelenggarakan pembentukan kader pembina bela negara pada 19 Oktober di 45 kabupaten dan kota secara serentak. Melalui pelatihan tersebut, Kemhan mencanangkan 4.500 warga sipil siap menjadi pembina.

Ryamizard berkata, angka tersebut harus tercapai tahun ini. Selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya, para pembina tersebutlah yang akan melatih warga sipil lainnya.

Agen Poker
loading...