Inilah Kronologi Penangkapan Penculik Safira Permatasari Mahasiswi UI Yang Sebelumnya Diberitakan Hilang

61

Sapujagat.comSafira Permatasari mahasiswi jurusan Teknik Arsitektur Interior Fakultas Teknik angkatan 2014 dinyatakan hilang sejak empat hari lalu, atau Jumat, 16 Oktober 2015. Juru bicara UI, Rifelly Dwi Astuti, mengatakan saat ini pihak UI, khususnya Fakultas Teknik, telah menerima kabar tersebut. Pihak kemahasiswaan FTUI telah berkoordinasi dengan orang tua mahasiswa yang bersangkutan.

Perempuan 20 tahun tersebut menghilang dari rumahnya. Orang tua Safira meminta bantuan kerabat dan teman anaknya untuk menyebarluaskan kabar hilangnya Safira. Ciri-ciri Safira Permatasari adalah berambut hitam panjang lurus sebahu dan tinggi badannya sekitar 160 sentimeter. Safira memiliki badan proporsional, kulit sawo matang, dan muka terlihat seperti keturunan Arab dengan kelopak mata besar dan alis tebal.

1445331722

Safira terakhir terlihat menaiki taksi Blue Bird di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pukul 11.00, 16 Oktober 2015. Sejak itu hingga sekarang, dia belum dapat dihubungi dan tidak diketahui posisinya. Adapun kedua orang tua Safira belum bisa dimintai keterangan. “Saya masih sibuk,” ujar Fairus, orang tua Safira.

Namun, Safira Permatasari ternyata di culik oleh lima orang tak di kenal untuk meminta tebusan 1 juta USD. Kepala Polisi Resor Metro Jakarta Selatan, Kombes Wahyu Hadiningrat menjelaskan kronologi kejadian penculikan mahasiswi Universitas Indonesia (UI), Safira Permatasari (20), yang diculik oleh sejumlah orang saat menuju kampusnya pada Senin, (19/10) kemarin.

Wahyu mengatakan kejadian tersebut berawal ketika korban dan sopirnya berangkat menuju kampusnya, lalu datang sejumlah pelaku yang menggunakan mobil Avanza, mendekati mobil korban. Kemudian pelaku dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke mobil korban.

Lantas, kata Wahyu, para pelaku keluar dan berpura-pura meminta ganti rugi kepada korban.

“Awalnya pelaku menabrakkan mobil yang dinaiki korban, lalu pelaku seolah-olah minta ganti rugi, korban turun lalu diculik. Dia dibawa ke daerah puncak bogor, namun kurang dr 24 jam kami tangkap,” kata Kombes Wahyu di Polres Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (20/10).

Safira-Permatasari-Mahasiswi-UI

Wahyu juga menyampaikan bahwa pelaku telah merencanakan penculikan sekitar 2 bulan. Motif penculikan SP adalah murni untuk meminta tebusan.

Lebih lanjut, kata Wahyu, setelah berhasil menculik korban, pelaku meminta tebusan sebesar USD 1 juta kepada keluarga korban.

“Perencanaan penculikan ini sudah 2 bulan lalu, motifnya uang, karena setelah dilakukan penculikan minta tebusan 1 juta USD, tapi teknis saat penangkapan tidak bisa kami sampaikan di sini,” lanjutnya.

Sementara itu, setelah diculik, Wahyu menambahkan, korban sempat berontak ketika akan disekap namun seketika pelaku langsung menutup mata dan mulutnya dilakban untuk bisa memfoto korban.

“Korban mau disekap namun berontak, namun di lokasi korban dilakban, ditutup matanya untuk dikirim (fotonya) ke keluarga,” terangnya.

Dari hasil penyelidikan atas lima pelaku, polisi menduga adanya keterlibatan pihak lain atas kejadian ini. “Dari hasil penyelidikan yang kita kembangkan, kemungkinan ada tersangka lain, kami masih lakukan pengejaran,” tandas Wahyu saat ditemui.

Akibat ulahnya, kelima pelaku yang sudah ditangkap dijerat dengan pasal 328 KUHP tentang penculikan dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara.

Agen Poker