Teror Kolor Ijo Tusuk Kelamin Wanita, Inilah Penuturan Tiga Wanita Yang Jadi Korban

93

Sapujagat.com– Kolor Ijo kembali menjadi teror menakutkan. Meski dianggap hanya sebuah sebutan dan tingkat kebenarannya diragukan, namun banyak korban berjatuhan.  Teror Kolor Ijo kembali menggemparkan warga Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan selama satu bulan terakhir.

Kolor Ijo beraksi pada Malam Jumat dan sudah 3 wanita yang ditusuk kelaminnya hingga mengalami pendarahan hebat. Kolor Ijo, yang menusuk kemaluan korbannya dengan benda tajam, resahkan warga Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), sejak sebulan terakhir ini. Bahkan, dalam 1 malam, pelaku menyerang 3 perempuan dalam waktu yang nyaris bersamaan.

Di Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, Lutim, 3 orang perempuan mengalami pendarahan hebat di bagian kemaluannya yang diduga ditusuk benda tajam oleh Kolor Ijo. Kejadian itu pada Jumat (9/10/2015).

“Tiba-tiba, sekitar pukul 3 subuh, kakak saya datang ketuk-ketuk pintu. Terlihat pendarahan di kemaluannya. Darah di mana-mana,” kata Nurul Hidziyah.

Kakaknya bernama Husnia (38) menjadi korban penusukan Kolor Ijo. Diceritakan Nurul Hidziyah, saat kejadian, kakaknya tidur di rumah bersama 2 anaknya. Kebetulan, Husnia hanya tinggal bertiga dengan anaknya karena suaminya merantau ke Malaysia. Rumah Husnia berada di bagian depan rumah Nurul Hidziyah.

Dalam kondisi berlumuran darah dan merasakan nyeri di daerah simplisisnya, darah terus mengalir. Nurul Hidziyah, yang bekerja sebagai bidan di puskesmas di Luwuk Baggai, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan dokter, bahkan usus kakaknya luka akibat tusukan benda tajam.

Awalnya, keluarga Nurul Hidziyah tidak menyadari jika kakaknya Husnia menjadi korban penyerangan Kolor Ijo, isu yang santer terdengar. Dia hanya menganggap kakaknya mengalami pendarahan. Hanya saja, saat ditanyakan mengenai kondisi haidnya, Husnia mengatakan jika dirinya tidak haid.

“Kami tinggal di Lorong 4. Waktu kakak saya mau dibawa ke rumah sakit, banyak orang berkumpul di lorong 3. Kami pikir ada apa. kami bertanya, ternyata dikatakan warga ada 2 perempuan lain yang jadi korban Kolor Ijo,” kata Nurul Hidziyah.

2 korban lainnya adalah perempuan yang seumuran kakaknya bernama Siti dan Ida. Keduanya pun juga dibawa ke Rumah Sakit (RS) Ilagaligo, Wotu.

Kolor Ijo yang meneror warga Luwu Timur diduga seorag laki-laki. Akibat teror tersebut, tiap malam warga mengadakan ronda dalam kondisi ketakutan.

Beberapa waktu lalu, serangan Kolor Ijo di Luwu Raya sempat sangat meresahkan. Namun, setengah tahun terakhir, tak ada lagi kejadian sehingga warga melupakan teror tersebut.

Kini, sebulan terakhir kembali terjadi teror dengan kejadian yang sangat mirip dengan sasaran perepuanyang ditusuk kemaluannya dengan benda tajam.

Warga berharap polisi bisa menuntaskan kasus ini. “kami sangat berharap pemerintah dan polisi ada perhatian. Polisi datang ke kampung kami hanya 1 kali, hanya saat kejdian itu,” kata Nurul Hidziyah.

Sementara itu, Kapolre Luwu Timur AKBP Mokhamad Alfian Hidayat, ketika dikonfirmasi mengatakan akan bekerja maksimal untuk menangkap si Kolor Ijo.

”Untuk sementara ini saya tidak bisa langsung menyimpulkan kalau pelakunya adalah Kolor Ijo, karena pelakunya belum ada yang ditangkap,” ujar Alfian.