Beginilah Kisah Perjalanan Hidup Windy Septia Duo Sabun Colek Sebelum Meninggal

86

Windy Septia merupakan wanita 21 tahun yang tergabung dalam member Duo Sabun Colek. Windy Duo Sabun Colek meninggal dunia di Rumah Sakit Advent Bandung, Jumat (23/10/2015). Wanita berusia 21 tahun ini meninggal karena tak kuasa melawan penyakit kelenjar getah bening yang dideritanya sejak Februari 2015 lalu.

Sebelum meninggal Windy Septia memiliki kisah perjalanan hidup yang berliku dan begitu sulit. Beginilah kisah perjalanan hidup Windy Septia duo sabun colek :

Untuk diketahui, Windy bergabung dengan Duo Sabun Colek mengganti posisi Kiki. Sebelumnya Windy sendiri sudah terbiasa bernyanyi pop, tapi saat bersama Duo Sabun Colek, ia harus berganti genre menjadi dangdut.

Grup duo dangdut Duo Sabun Colek baru terbentuk pada awal 2013. Sebelumnya, Dina yang merupakan pendiri Duo Sabun Colek ini hanya seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Hong Kong. Sang majikan awalnya tinggal di Indonesia namun harus pindah ke Hong Kong pada 2011. Dina pun diminta oleh sang majikan untuk ikut ke Hong Kong.

Ketika itu, Dina sedang menyaksikan konser Wali Hong Kong. Ketika itu ia menonton di baris paling depan, dan dirinya menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikannya. “Melihat Dina bukan karena jahat sih, tetapi kaya orang yang sedang mencari bakat mungkin yah,” cerita Dina.

Awalnya Dina masih menaruh curiga terhadap pria tersebut yang ternyata adalah manajer dari grup band Wali. Kepercayaan mulai tumbuh di hati Dina, namun ia tidak langsung mengiyakan keinginan pria yang sekarang menjadi produsernya. Saat itu memang sang produser mengajak Dina untuk menjadi seorang artis.

Namun ketika akhir 2012, Dina kembali ke Indonesia karena memang sang majikan harus kembali ke Tanah Air. Saat sudah berada di Indonesia, Dina yang memang selalu dihubungi oleh Jana, akhirnya memberanikan diri datang ke kantor sang produser.

Karena sang produser melihat ada sesuatu di dalam diri Dina yang bisa dijual, maka akhirnya Dina disuruh untuk berakting dan bernyanyi.

Singkat cerita, akhirnya sang produser yang melihat bahwa dangdut kembali diterima di hati masyarakat, maka Dina diminta berlatih untuk mampu bernyanyi. Karena ia merasa tidak bisa bernyanyi, maka saat itu ia mengajak sahabatnya yang bernama Kiki untuk berdampingan dengannya. Lalu kemudian terbentuklah Duo Sabun Colek.

Nama Duo Sabun Colek sendiri tercetus karena hal yang menurutnya adalah sesuatu yang sepele. Ketika itu sang produser bertanya kepadanya mengenai pakerjaannya saat menjadi TKW.

Namun sial bagi Dina, ketika Ramadan kemarin ia harus ditinggal oleh Kiki, dan akhirnya Dina yang memang ingin tetap mempertahankan Duo Sabun Colek, mencari pengganti tanpa sepengetahuan manajemen. Kala itu Dina pergi ke Bandung yang sedang mengadakan sebuah acara. Di sanalah ia melihat Windy yang memiliki latar belakang sebagai model sedang bernyanyi dan akhirnya mengajak Windy untuk bergabung dengannya.

Windy sendiri memanglah seorang penyanyi, namun bukan penyanyi dangdut, melainkan pop. Karena memang melihat pundi-pundi uang ada di dangdut, maka Windy memutuskan untuk belajar dangdut. Menurut Dina sendiri, ia memilih Windy karena suaranya yang bagus, dan juga wajah Windy yang cantik bisa menjual di industri hiburan Indonesia.

Ketika Dina sudah menetapkan Windy sebagai teman duetnya, Dina pun mengajak Windy ke sang produser dan akhirnya ditetapkanlah Windu sebagai teman duet Dina. Namun tetap saat itu Windy harus menjalani proses penyeleksian terlebih dahulu. Dan Windy pun mampu melewatinya. Dan akhirnya sampai sekarang Duo Sabun Colek tetap eksis baik di layar televisi maupun di panggung-pangung. Duo Sabun Colek kini beranggotakan, Dina Jazz dan Windy Septia.