Polda Jatim Bantah Risma Jadi Tersangka Pemindahan Kios Pasar Turi - Infotainment News Online Terkini

JagatNews

Polda Jatim Bantah Risma Jadi Tersangka Pemindahan Kios Pasar Turi

on

Sapujagat.comTri Rismaharini alias Risma adalah calon sekaligus Mantan Wali Kota Surabaya menjadi tersangka kasus penyalahgunaan wewenang pemindahan kios pembangunan Pasar Turi.

Kasus ini pun langsung ramai diperbincangkan lantaran Risma adalah calon Walikota Surabaya paling menonjol yang akan bertarung di Pilwali Surabaya 9 Desember mendatang.

Ketua DPRD Surabaya Armuji enggan berkomentar banyak karena baru mengetahui informasi tersebut. Namun politisi partai PDI Perjuangan ini melihat kasus permasalahan Pasar Turi tersebut sudah cukup lama dan rumit.

Pihaknya masih menunggu kebenaran kasus tersebut dan Armudji menilai adanya dugaan black campaign yang dilakukan oleh pesaing Risma di Pilkada Surabaya.

“Kasus itu sudah lama dan itu permasalahan yang ruwet,” terang Armudji, ketua DPRD Surabaya.

Tim kampanye Risma-Wisnu merasa rumor tersebut merupakan upaya pembegalan politik jelang Pilwali Surabaya, Desember nanti.

“Kasus ini adalah upaya menjatuhkan reputasi Risma, yang faktanya memiliki elektabilitas tinggi,” ujar juru bicara tim kampanye Risma-Whisnu, Didik Prasetiyono, seperti dilansir dari Pojok Pitu (Grup JPNN/pojoksatu.id), Jumat (23/10).

Kabar penetapan Risma tersangka disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim, Romy Arizyanto. Romi mengatakan Risma telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim terkait kasus Pasar Turi.

“Iya. SPDP-nya sudah kami terima dari penyidik Polda Jatim,” ujar Romy Arizyanto.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadi membantah jika Polda Jatim telah menetapkan Risma sebagai tersangka.

“Tidak benar itu. Tidak ada. Bu Risma bukan tersangka,” kata Anton, Jumat (23/10).

Menurut Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Wibowo, berdasarkan hasil gelar perkara pada 25 September lalu, terlapor atas nama Risma dinyatakan tidak terbukti bersalah seperti yang dituduhkan pelapor Adi Samsetyo, Manajer Humas PT Gala Bumi Perkasa selaku pengembang Pasar Turi.

Atas proses hukum kasus tersebut, Risma juga sudah diperiksa pada 17 Juni lalu. Ketika itu, Risma dilaporkan atas tuduhan penyalahgunaan wewenang sebagai wali kota dalam hal pembangunan kios pedagang Pasar Turi di lokasi jalan umum.

“Tidak ada bukti hukum yang kuat untuk menjerat terlapor,” kata Wibowo, Jumat (23/10/2015) malam.

Pihaknya tidak membantah telah mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas kasus tersebut. Dalam SPDP bernomor B/415/V/15/Reskrimum itu Risma statusnya diduga, dan bukan tersangka.

“Saya tidak tahu jika SPDP itu sampai ke Kejati pada 30 September,” ucapnya.

Sebelumnya, Risma yang merupakan petahana dalam Pilkada Surbaya itu disebut menyandang status tersangka atas kasus Pasar Turi oleh Kejati Jatim. Status itu dipastikan Kasi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Romy Arizyanto, setelah pihaknya menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polda Jatim 30 September lalu.

Menurut Romy, dalam SPDP itu, Risma dinilai melanggar pasal 421 KUHP tentang penyalahgunaan wewenang sebagai wali kota, menghilangkan fungsi jalan untuk dibuat tempat PKL.

Recommended for you