Robby Abbas Akan Berusaha Agar Artis dan Pelanggannya Terjerat Hukum

53

Sapujagat.comMucikari Prostitusi Online Robby Abbas divonis 1 tahun 4 bulan penjara dan harus mendekam di Rumah Tahanan Cipinang karna melanggar pasal 296 KUHP tentang kesusilaan.

Dalam persidangan, pria yang bekerja sebagai perias artis itu mengaku telah menjajakan PSK artis seperti Amel Alvi, Tyas Mirasih dan Shinta Bachir.

Robby sebagaimana dilansir Liputan6, ditangkap usai menjual Amel Alvi kepada polisi yang menyamar di Hotel Ritz Carlton Jakarta. Robby diciduk tanpa perlawanan, sedangkan Amel ditangkap dalam keadaan telanjang bulat.

“Saat digerebek Amelia Alviani (nama asli Amel Alvi) sedang berdiri dalam keadaan tanpa busana. Kemudian saksi (polisi) menyuruh Amelia Alviani masuk ke kamar mandi untuk mengambil celana dalam dan bra miliknya,” ujar Ketua Majelis Hakim, Muchtar Effendi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015).

Celana dalam dan bra milik Amel Alvi itu lah yang kemudian dijadikan barang bukti persidangan. Setelah sidang berakhir, kedua barang bukti itu pun akan langsung dimusnahkan.

“Adapun barang bukti celana dalam hitam dan bra hitam merk Lasenza akan dimusnahkan. Kemudian uang senilai Rp45 juta dikembalikan kepada saksi Lesmana (polisi),” tutur Muchtar.

Kuasa hukum Robby, Peter Ell mengatakan, pihaknya menggugat aturan Pasal 296 KUHP yang digunakan.

Pieter mengatakan, aturan tersebut hanya berisi jeratan hukuman bagi pelaku mucikari.

Namun untuk artis-artis dan pelanggan transaksi prostitusi yang terlibat tidak dikenakan hukuman. Pieter memprotes hal tersebut.

“Itu kecelakaan hukum yang akan kita gugat ke MK, ya kan? Kenapa mereka tidak dijerat juga?” kata Pieter di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin.

Pieter mengatakan, pihaknya akan menunggu draft putusan bagi Robby. Lagi-lagi dia mengatakan bahwa ini semua bukan akhir segalanya dan belum kiamat.

“Kita tunggu draft putusan Obby. Ini belum kiamat. Semua barang bukti nanti akan kita minta dibuka di MK. Gugatan sudah diajukan dua minggu lalu,” ucap Pieter.

Secara hukum, menurut Pieter, Robby masih diberikan kesempatan untuk menempuh jalur-jalur hukum lainnya. “Kami akan pikir-pikir dulu. Kan masih bisa banding,” kata Pieter. Dia mengaku akan mempelajari kembali putusan dari majelis hakim untuk menentukan langkah selanjutnya. “Apa akan ke neraka atau ke surga, nanti kami pelajari dulu putusannya,” tutur Pieter sambil tersenyum.

Pieter mengatakan vonis ini cukup berat bagi Robby karena sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum yakni hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan. “Kami akan pikir-pikir dulu. Tapi vonis ini belum memenuhi rasa keadilan bagi terdakwa. Ada beberapa perbedaan fakta,” kata Pieter sebagaimana dilansir Tempo.

Pieter mempertanyakan unsur penghubung yang dituduhkan kepada Robby yang disampaikan dalam persidangan. “Robby itu didatangi orang lain untuk mencarikan artis. Jadi bukan Robby yang menawarkan. Bukan Robby juga yang menentukan harga. Jadi unsur menghubungkannya di mana?” ujar Pieter.

Pieter juga mempertanyakan hukuman bagi para artis yang juga turut terkait kasus muncikari ini. Pieter mengaku sudah meminta Mahkamah Konstitusi untuk menguji kasus ini dan sudah mendaftarkannya sejak dua minggu yang lalu. “Kami akan ke MK untuk meminta semua bukti dibuka, baik itu rekaman telepon, SMS, dan sebagainya. Artisnya kenapa nggak dijerat? Itu yang akan kami uji di MK,” tutur Pieter.

Agen Poker