Gedung Sumpah Pemuda Adalah Rumah Sie Kok Liong

77

Sapujagat.comSie Kok Liong, sosok seorang Tionghoa yang luput dari sejarah bangsa, terutama kaitannya dengan keberadaan Kongres Pemuda II pada 1928, yang belakangan hasil kongresnya diubah menjadi Sumpah Pemuda oleh Soekarno dan Mohammad Yamin tahun 1950.

Apa peran Sie Kok Liong dalam Kongres Pemuda II 1828? Ialah pemilik rumah yang dulu dijadikan tempat kongres tersebut. Gedung itulah yang kini disebut Gedung Sumpah Pemuda, setelah dipugar dan diresmikan Pemda DKI Jakarta 3 April-20 Mei 1973 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973.

Harus diakui, bahwa tak banyak catatan yang ditemukan tentang Sie Kok Liong. Keberadaan rumah kos miliknya hadir bersama tumbuhnya sekolah-sekolah Belanda pada awal abad 20 di Batavia (sekarang Jakarta). Bagi para siswa yang ingin bebas dan tidak mendapat tempat di asrama, kos-kosan menjadi alternatif bagi mereka.

Gedung yang kini disebut Gedung Sumpah Pemuda di Kramat 106, adalah salah satu saksi bisu dari aktivitas pemuda pergerakan dan pelajar, berkumpul dan berdiskusi tentang wacana kebangkitan nasional. Perbinncangan yang sarat politik serta latihan kesenian Langen Siswo kerap terjadi di gedung tersebut.

Aktifitas itu lebih sering dilakukan seiring Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) didirikan pada September 1926. Gedung Sumpah Pemuda itu, selain menjadi kantor PPPI dan kantor redaksi majalah Indonesia Raya yang diterbitkan oleh PPPI, juga digunakan tempat berkumpuloleh berbagai organisasi pemuda menjelang pelaksanaan Kongres Pemuda II yang berlangsung pada tanggal 27-28 Oktober 1928.

Seiring dengan ramainya kegiatan di gedung tersebut usai pelaksanaan kongres, gedung tersebut diberi nama Indonesische Clubgebouw (IC) atau Gedung Pertemuan Indonesia hingga 1934.

Adapun sejumlah tokoh mahasiwa pergerakan yang pernah mondok  di gedung ini, antara lain, Amir Syarifuddin, Muhammad Yamin, Abu Hanifah, AK Gani, Setiawan, Sorjadi, Mangaraja Pintor, dan Assat.

Beberapa di antara mereka bahkan menjadi pahlawan nasional. Beberapa tokoh kini menjadi Pahlawan Nasional, seperti, WR Supratman dan M Yamin.

Nah, Bagaimana dengan Sie Kok Liong? Tidak. Bahkan catatan tentang dirinya pun tak banyak ditemukan di rumahnya yang kini menjadi Gedung Sumpah Pemuda. (Baca juga: ” “Kumpulan DP BBM Sumpah Pemuda Keren dan Lucu“)