Hadapi Tuntutan Pencabutan Pinalti Rossi, Petisi Sudah Diisi 400.000 Suara

53

Nama Rossi menghiasi halaman muka media-media olahraga dunia usai balapan di sirkuit Sepang, Minggu (25/10/2015). Insidennya dengan Marquez di putaran ketujuh, di mana berakhir dengan jatuhnya nama yang disebut terakhir, jadi pembicaraan luas.

Valentino Rossi kebanjiran dukungan publik usai insidennya dengan Marc Marquez di MotoGP Malaysia lalu. Lebih dari 400 ribu orang menandatangai petisi untuk mencabut penaltinya, dan terus bertambah.

Mulanya Rossi sempat dianggap bertindak amat sembrono karena tampak seperti menendang Marquez sampai terjatuh. Namun belakangan diketahui bahwa gerakan kaki yang dilakukan Rossi hanya merupakan reaksi atas sentuhan yang lebih dahulu dilakukan Marquez, sebagaimana terlihat dari tayangan ulang.

Meski demikian, Race Direction pada akhirnya tetap mengganjar Rossi dengan tiga poin penalti. Pebalap 36 tahun itu dianggap bersalah sengaja melaju melebar dan menahan Marquez di bagian luar tikungan. Dengan kini Rossi mengemas empat poin penalti, dia pun harus memulai balapan seri terakhir di Valencia dari posisi paling belakang.

Hal ini jelas merugikan Rossi dalam upayanya memenangi gelar juara dunia yang kesepuluh. Meski masih memimpin tujuh poin dari rival terdekat yang sekaligus rekan setim, Jorge Lorenzo, start dari posisi terbuncit membuat peluang Rossi amat kecil.

Merasa hukuman tersebut tidak adil, seorang berkebangsaan Inggris bernama Nicholas Davis lantas memulai sebuah petisi di Change.Org. Lewat petisi yang ditujukan ke Race Director Mike Webb, ofisial FIM dan UFIM, serta Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis ini, dia ingin hukuman penalti Rossi dicabut dengan pertimbangan manuver-manuver Marquez sama berbahayanya.

“Integritas MotoGP saat ini jatuh ke dalam kehinaan. Anda baru saja membenarkan taktik balap kotor, dengan menghukum Valentino Rossi untuk memburu gelar juara, sementara dia dilecehkan dan disabotase oleh Marc Marquez. Pada saat yang sama Anda telah membiarkan Jorge Lorenzo menyalip saat bendera kuning berkibar, tanpa hukuman,” ungkap petisi tersebut.

“Membenarkan keputusan Anda yang menyatakan bahwa tidak ada aturan untuk menangani aksi Marc Marquez itu sama absurdnya dengan mengatakan tidak ada aturan untuk mencegah para pebalap menembak pembalap lain dengan pistol. Akankah Anda membolehkannya karena hal itu tidak melanggar aturan yang ada saat ini?”

“Kami menyerukan kepada Anda untuk mencabut hukuman untuk Valentino Rossi, sehingga ia dapat terus mengejar gelar juara secara adil, di arena balapan yang seimbang, mendapatkan posisi start yang diraih lewat kualifikasi. Dengan cara itu Anda akan mengembalikan integritas olahraga ini,” demikian petisi tersebut.

Sampai dengan Rabu (28/10/2015) dinihari WIB, petisi yang disebar dalam delapan bahasa itu sudah ditandatangani lebih dari 403 ribu orang. Targetnya sendiri adalah 500 ribu tanda tangan, yang tampaknya bakal segera terpenuhi.

Hubungan Rossi dan Marquez sudah memanas sejak MotoGP Australia lalu. Usai balapan di Phillip Island, Rossi menuding Marquez sengaja ‘bermain-main’ dengannya untuk menahan laju dan memudahkan balapan Lorenzo.

Rossi merasa hal serupa kembali terjadi di Sepang, dengan Marquez melakukan manuver-manuer agresif dan mencoba menahan di sejumlah tikungan. Hingga kemudian insiden di putaran tujuh terjadi.