Kejam dan Keji ! Widodo Tega Mencongkel Mata Ibu Kandungnya dan Menyayat Bibirnya

83

Walaupun orang tua sering mengomel sering berbuat salah hendak kita memafkannya, tiada kata pantas bagi kita melontarkan kata kata kasar apapun apalagi kita sampai membunuh orang tua. Entah setan apa yang merasuki laki laki ini hingga tega membunuh dan mencongkel mata sang ibu.

Slamet Widodo alias Wiwid (37) sungguh kejam. Dia tega mencongkel mata ibu kandungnya, Siti Swarsiti (71) hingga copot. Tak hanya itu, Widodo juga menyayat bibir sang ibu dengan menggunakan belati.

Penganiayaan itu terjadi di rumah korban di Desa Sari Mulya RT 03 RW 02 Dusun I Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sekitar pukul 04.45 Wita.

Setelah berusaha menghabisi nyawa ibunya, Widodo melakukan percobaan bunuh diri. Ia menusuk bagian ulu hatinya. Namun,  usaha percobaan bunuh diri gagal.

Kapolres Tanbu AKBP Kus Subiyantoro melalui Kapolsek Mantewe Iptu Apri menjelaskan, pihaknya mendapat laporan penganiayaan yang dilakukan Widodo dari Sekdes Sari Mulya, Erkhamni melalui telpon.

“Setelah menerima laporan itu kami langsung meluncur ke rumah korban dan melakukan olah TKP. Kami tiba sekitar pukul 05.15 Wita,” ujar Kapolsek Mantewe Iptu Apri, seperti dikutif dari prokal.co, Rabu (28/10).

Setelah tiba di lokasi kejadian, lanjut Apri, korban sudah dibawa menuju RSUD Andi Abdurrahman Noor. Sementara pelaku masih ada di dalam rumah dengan konidisi berlumuran darah. Di rumah tersebut, korban hanya tinggal berdua dengan pelaku yang tak lain adalah anak kandungnya.

“Di TKP kami menemukan bercak darah, bola mata korban, potongan daging yang berasal dari mulut korban dan pisau. Sementara anak kandung korban mengalami luka tusuk di bagian ulu hati. Diperkirakan pelaku berusaha bunuh diri setelah melakukan penganiyaan,” imbuh Iptu Ari.

Polisi kemudian melakukan olah TKP. Selanjutnya, pelaku dibawa ke RSUD Andi Abdurrahman Noor. “Barang bukti bola mata dan potongan daging kami serahkan ke rumah sakit, sedangkan pisau diamankan di polsek,” katanya.

Korban belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih kritis. Korban mengalami luka yang sangat serius, sehingga terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Sementara pelaku masih dalam pengawasan dan penyelidikan polisi.