Berikut Alasan Logis KMP Menolak RAPBN 2016

64

Sekretaris Koordinator Harian  KMP Fahri Hamzah menegaskan, partai politik yang tergabung dalam KMP secara tegas menolak Penyertaan Modal Negara (PMN) masuk dalam RAPBN 2016.

Perdebatan soal RAPBN di DPR semakin alot menjelang sidang paripurna. Koalisi Merah Putih (KMP) bersikukuh menolak rancangan tersebut dengan ebrbagi pertimbangan.

“Ya sebetulnya di RAPBN ini ada beberapa yang sampai hari ini belum clear misalnya laporan Dirjen Pajak tentang pendapatan negara selama setahun ini. Jadi tolong itu dibikin clear dulu sebenarnya uang di kantong kita ini berapa. Kalau belum tahu pemasukan berapa terus kita sok menganggarkan begitu besar bagaimana kalau uangnya tidak ada, nanti bisa kacau perekonomian,” kata Fahri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Penyusunan anggaran oleh pemerintah kata Fahri harus didasari pemasukan tahun sebelumnya. Sementara sampai kini pemasukan dari tahun lalu belum dilaporkan tuntas. Sebab laporan bulan Agustus dari Dirjen Pajak mengatakan, pendapatan pajak baru tercapai sekitar 46 persen dari target sekitar Rp 1.500 triliun.

“Jadi uangnya belum clear, tapi ada alokasi yang tidak dijanjikan di kampanye. Misalnya alokasi Rp 80 triliun untuk penyertaan modal BUMN, sedangkan yang dijanjikan tidak dipenuhi misalnya dana desa. Pak Jokowi menjanjikan Rp 1,4 miliar satu desa, sekarang dialokasikan baru Rp 500 juta. Kenapa tidak ditambah untuk itu saja untuk pembangunan infrastruktur desa supaya bertambah cepat,” jelasnya.