Hiiiy Ada Alien Di Bulan milik Saturnus dan Jupiter

75

Benarkah ada makhluk lain di angkasa luar di bima sakti kita ini ? makhluk lain dari manusia itu dinamakan ‘Alien’. Entah sejak kapan nama ‘Alien’ ini diberikan dan kapan kemunculannya datang. Semua bukti bukti itu seperti di hapus atau dihilangkan oleh pihak yang terkait. Dikabarkan bahwa memang ada sesosok alien di bulan milik planet Saturnus dan Jupiter, benarkah demikian ?

Bulan planet Saturnus, Enceladus, dan bulan milik Jupiter, Europa diklaim NASA (National Aeronautics and Space Administration) berpotensi dihuni oleh alien. Enceladus dan Europa adalah jenis bulan atau satelit yang permukaannya tertutup lapisan es tebal. Nah, di bawah es itu lah NASA yakin terdapat samudra luas yang dipenuhi mikroba atau hewan asing alias alien.

Untuk menemukan alien di Enceladus, NASA sudah mengirim pesawat luar angkasa Cessini. Cessini bertugas terbang ke bagian kutub selatan Enceladus di ketinggian 30 mil. Dari sana, Cessini bakal meneliti air dan gas yang disemburkan dari Enceladus.

Menurut NASA, sampai saat ini Cessini masih berhasil mengumpulkan satu tetes air saat melintasi Enceladus dengan kecepatan 30.600 kilometer per jam. Tetapi, NASA percaya satu tetes air itu cukup untuk menjawab beberapa misteri dari Enceladus.

Sayangnya, hasil analisis data Cessini disebut baru akan selesai dalam beberapa bulan ke depan.

“Ini adalah sebuah langkah besar menuju era baru eksplorasi dunia laut yang ada di tata surya. Langkah ini berpotensi memberikan bukti adanya kehidupan di luar Bumi,” ujar Curt Niebur, ilmuwan dalam misi Cessini NASA sebagaimana dilansir Daily Mail (28/10/2015).

Di sisi lain, NASA juga meyakini ada sebuah laut asin luas di bawah daratan es Europa. Ilmuwan dari Caltech mengungkapkan bila manusia bisa mencari tanda-tanda kehidupan di retakan permukaan es Europa. Retakan itu disebut hasil dorongan kuat air yang berusaha keluar dari bawah es.

Konsep robot NASA yang dipakai untuk meneliti Europa

“Kita telah mengetahui sejak lama bahwa permukaan es segar Europa, yang ditutupi dengan retakan dan pegunungan, adalah tanda keberadaan dari laut asin yang luas tepat di bawahnya,” kata ilmuwan Caltech, Mike Brown.