Inilah Kronologi Pengemudi Go-Jek Di Palak Tukang Parkir Liar Yang Berujung Bentrok di Sevel Tebet

53

Sapujagat.com – Bentrokan antara pengemudi GO-JEK dengan tukang parkir liar menyebabkan satu orang tukang parkir dilarikan ke Puskesmas terdekat dan beberapa orang lainnya diamankan ke Polsek Tebet, Jakarta Selatan.

Kejadian bermula saat seorang pengemudi GO-JEK memarkirkan kendaraannya di area sekitar Sevel Tebet Raya. Pengemudi tersebut kemudian membayar uang parkir Rp 1.000 kepada salah seorang tukang parkir liar tersebut.

bentrok tukang parkir dengan go-jek

Namun uang Rp 1.000 yang diberikan membuat tukang parkir liar tersinggung. Dia meminta Rp 5.000. Merasa dipalak, pengemudi GO-JEK tak mau memberikan uang yang diminta hingga berakhir cekcok mulut.

Saat cekcok mulut, seorang tukang parkir liar lainnya mengeluarkan senjata tajam berupa parang. Merasa terancam, pengemudi GO-JEK tersebut lalu menghubungi teman-teman dan mereka langsung menuju lokasi.

Menang jumlah, pengemudi GO-JEK kemudian melempari para tukang parkir liar yang menjaga kawasan Sevel tersebut. Satu orang tukang parkir dilarikan ke Puskesmas terdekat dan beberapa orang lainnya diamankan ke Polsek Tebet.

Pantauan merdeka.com, ratusan pengemudi GO-JEK yang sebelumnya mengepung Mapolsek Tebet kini sudah mulai sepi. Satu persatu mereka meninggalkan Mapolsek setelah mendapat kabar kasus bentrokan ini akan diselesaikan oleh pihak kepolisian.

go-jek bentrok dengan tukang parkir

Sementara itu 5 orang perwakilan dari GO-JEK dan 3 orang tukang parkir liar masih menjalani mediasi. Mediasi dilakukan di ruangan Kapolsek Tebet. Dari informasi yang dihimpun, ada seorang pengemudi GO-JEK yang terkena bogem saat bentrok terjadi. Dari pihak tukang parkir juga ada satu yang terluka terkena lemparan batu.

“Kita biar tahu kronologisnya dulu. Apakah nanti ada perjanjian di kedua belah pihak atau seperti apa sedang dimediasikan. Kalau pun ada kerugian, nanti siapa yang akan menanggung ganti rugi nanti akan diselesaikan,” ujar seorang anggota Polsek Tebet yang enggan disebutkan namanya.