Formula 1 Membosankan, Pengamat: Formula 1 Perlu Tiru Insiden Rosssi-Marquez - Infotainment News Online Terkini

JagatNews

Formula 1 Membosankan, Pengamat: Formula 1 Perlu Tiru Insiden Rosssi-Marquez

on

Sapujagat.comJonathan Noble, editor khusus F1 menyebut bahwa Formula 1 begitu membosankan. Balapan MotoGP begitu panasnya sampai dua pembalap top Valentino Rossi dan Marc Marquez nekat saling membenturkan motor di Malaysia, sementara Formula 1 begitu membosankannya sehingga drama terbesar musim ini hanyalah adegan saling lempar topi antara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.

Itu pun, lemparan topi oleh Rosberg meleset, kurang lebih begitulah pendapat Jonathan Noble, editor khusus F1 di Motorsport.com.

Noble mengutip kalimat penuh emosi Rossi dalam situasi yang sangat panas usai balapan di Malaysia akhir pekan lalu:

“Jelas dari rekaman video helikopter bahwa saya tidak ingin membuatnya jatuh. Saya cuma ingin membuatnya kehilangan waktu, melebar keluar lintasan dan melambat, karena dia sedang bermain kotor. Ketika saya melebar dan melambat sampai nyaris berhenti, saya menatapnya sebagai ungkapan ‘apa yang sedang kamu lakukan?’. Setelah itu kami berbenturan.”

Kalimat seperti itulah, menurut Noble, yang seharusnya juga bisa didengar dari Hamilton setelah dia secara agresif memepet Rosberg di tikungan pertama Grand Prix Amerika Serikat, yang kebetulan digelar pada hari yang sama dengan MotoGP Malaysia. (Baca Juga: “Kumpulan DP BBM Meme-Meme Lucu Rossi Tendang Marquez Yang Bikin Ngakak“)

Bentrokan Rossi dan Marquez ditambah gelombang reaksi yang menyusul setelah itu telah menciptakan kontroversi terbesar di dunia balapan tahun ini

Di Formula 1, semua intrik dan pertikaian di luar trek didominasi oleh debat tentang mesin semata.

Salah satu bos tim F1 mengakui bahwa soal mesin ini telah mendominasi pembicaraan seputar F1.

“Seharusnya kita tak perlu lagi membahas soal mesin. Kita butuh lebih banyak kontroversi di dalam trek,” kata orang itu seperti dikutip Noble.

Meskipun para petinggi F1 menghendaki lebih banyak aksi di trek dengan peran yang lebih dominan oleh para pembalapnya, platform yang ada sekarang belum memadai untuk itu.

Sedangkan di MotoGP, musim ini adalah tahun keemasan akibat kinerja motor-motor papan atas yang super kompetitif dan peran pembalap juga sangat menentukan, kata Noble.

Mesin Honda bisa melesat tak tertandingi di lintasan lurus yang panjang, namun ketangguhan Yamaha dalam menyapu tikungan panjang membuatnya mampu menutupi waktu yang hilang di trek lurus. Sementara itu Ducati juga perkasa di lintasan lurus, bahkan tak terkalahkan oleh siapa pun soal top speed.

Keberagaman dalam kelebihan dan kelemahan mesin membuat kinerja tiga pabrikan itu sangat ketat, sehingga banyak adegan saling salip dan peran pembalap menjadi lebih penting lagi. Selisih sepersekian detik bisa membuat perbedaan besar.

Menjadikan pembalap sebagai raja akan meningkatkan rivalitas, dan itu pula yang menciptakan tensi antara Rossi dan Marquez sehingga selalu bergesekan di dalam dan di luar trek.

“Di F1, dengan regulasi mesin turbo V6 yang menuntut penggunaan ban secara hati-hati, kita menonton olahraga di mana mesin adalah rajanya,” kata Noble. (Baca Juga: “Pembalap Formula 1 Sebastian Vettel Benarkan Tindakan Rossi“)

sumber: beritasatu.com

Recommended for you