Hiiiy Ada 3.000 Sel Kanker Dalam Tubuh Ikan Lele, Masa Sih ?

75

Hampir setiap warung makan, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Barat selalu menyediakan menu pecel lele. Selain harganya cukup murah, menu ini juga enak, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Ikan lele disebut-sebut mengandung 3.000 sel kanker. Kabar tersebut beredari di media sosial. Ikan air tawar itu juga dianggap sebagai ikan paling jorok karena memakan segala macam jenis kotoran.

Kabar tersebut membuat pembudidaya ikalan lele, pemilik warung pecel lele, dan penikmat ikan tawar tersebut tersingging dan terpukul. Pasalnya, ikan lele merupakan salah satu menu makanan favorit di Indonesia.

Kabar ikan lele mengandung 3.000 sel kanker muncul pertama kali di Tiongkok. Sebuah artikel yang menyebutkn iklan lele kotor dan jorok menjadi viral di media sosial. Artikel itu menyebutkan bahwa kotoran manusia juga dijadikan pakan di sebuah tempat budidaya ikan lele di Kota Haikou, China.

Di artikel itu disebutkan bahwa lele merupakan ikan paling kotor di antara jenis ikan lainnya yang sering dikonsumsi manusia. Hal tersebut dikarenakan, ikan lele merupakan jenis ikan yang mudah berkembang biak di tempat-tempat kotor.

Ikan lele mengkonsumsi limbah berupa kotoran hewan seperti ayam, sapi, dan babi, dan manusia. Hal itu memungkinkan ikan lele mengandung 3.000 sel kanker yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

Kendati demikian, penikmat ikan lele diminta untuk tidak terpengaruh dengan informasi tersebut. Pasalnya, iklan lele di Indonesia berbeda dengan Tiongkok.

Ikan lele di tanah air dibudidayakan dengan sangat baik oleh para peternak ikan lele. Mereka menggunakan pellet sebagai makanannya, bukan menggunakan limbah yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia, seperti di Tiongkok.

“Kasihan pembudidaya lele, mereka tersinggung dan sangat terpukul dengan pemberitaan itu. Informasi bahwa lele mengandung 3.000 sel kanker tidak benar,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, Sabtu (31/10/2015).