Ada Dua Suara Misterius Ketika Pesawat Rusia jatuh terbelah jadi dua di Mesir

46

Pesawat Airbus A-321 yang dioperasikan Kogalymavia itu dalam perjalanan dari kawasan wisata Sharm El-Sheik, Mesir, menuju St Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia. Pesawat itu membawa tujuh awak dan 217 penumpang, 17 di antaranya anak-anak. Semua penumpang berkewarganegaraan Rusia. Pesawat itu hilang kontak 23 menit setelah lepas landas dari Sharm El-Sheik. Menurut laporan, saat hilang kontak, pesawat itu berada di ketinggian 31.000 kaki.

Pesawat itu patah menjadi dua. Satu patahan terbakar, sementara patahan lainnya menabrak karang.

Sebelum hilang kontak, pilot pesawat sempat meminta mendarat darurat di bandara terdekat karena ada masalah teknis. Hal itu dikatakan ketua tim penyelidik kecelakaan itu, Ayman Al-Mokadem.

Seorang petugas keamanan Mesir mengaku mendengar suara misterius, yang diduga berasal dari penumpang yang terjebak di dalam puing pesawat — yang dilaporkan terbelah dua.

“Ada bagian lain dari pesawat di mana masih ada penumpang yang terjebak di dalamnya. Tim penyelamat masih mencoba masuk ke dalamnya dan kami berharap menemukan korban selamat, apalagi kami mendengar suara manusia dari dalamnya,” kata petugas yang tak tak mau disebutkan namanya itu sebagaimana dikutip dari Reuters.

Kementerian Kesehatan Mesir telah mengerahkan 45 ambulans ke lokasi kejadian, untuk ‘mengevakuasi mereka yang tewas dan terluka’. Pernyataan dari pihak pemerintah di Kairo mengindikasikan kemungkinan masih ada korban selamat meski belum ada konfirmasi soal itu.

Sementara itu keluarga dan kerabat penumpang mendatangi Bandara  St Petersburg untuk mendapatkan informasi jelas tentang insiden di Mesir. Mereka kemudian dinaikkan ke bus dan dibawa ke crisis centre.

“Kami sangat terkejut. Ia masih sangat muda,” kata Olga Ofitserova, yang temannya Nadya Laisheva berada dalam pesawat tersebut kepada Gazeta.ru, seperti dikutip dari Guardian, Sabtu (31/10/2015).

Dari Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan duka mendalam kepada para keluarga korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut.

Pihak Kremlin mengungkapkan, Putin telah memerintahkan PM Dmitry Medvedev untuk membentuk komisi khusus untuk menyelidiki insiden tersebut.

Putin juga memerintahkan Kementerian Darurat untuk segera mengirimkan pesawat ke lokasi jatuhnya pesawat.

Di tempat terpisah, Badan Ombudsman untuk Anak-anak, Pavel Astakhov menulis dalam Instagramnya bahwa ada 17 anak berada dalam pesawat nahas. Ia juga menyebut, ‘kekhawatiran terburuknya’ terjadi. Tanpa menjelaskan apa maksud di balik pernyataannya itu.