Bertepatan Dengan Hari Pahlawan, Pesawat Buatan Indonesia Siap Diluncurkan

56

Sapujagat.comHari Pahlawan 10 November 1945 merupakan peringatan tahunan untuk memperingati Pertempuran Surabaya, dimana pasukan-pasukan pro kemerdekaan Indonesia bersama para milisi bertempur melawan pasukan Inggris dan Belanda sebagai bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. Pertempuran Surabaya yang menjadi latar belakang sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945 sendiri mencapai puncak pada bulan tersebut, dimana terjadi pertempuran yang dianggap sebagai pertempuran revolusi paling berat dan kemudian menjadi simbol perlawanan bagi tentara Indonesia.

Pertempuran yang dianggap sebagai sebuah aksi heroik ini membantu menggembleng rakyat Indonesia dan sokongan dari pihak internasional untuk Indonesia. Pertempuran Surabaya ini terjadi dari tanggal 27 Oktober hingga 20 November tahun 1945 dengan jumlah tentara 20.000 infanteri dan 100.000 pasukan milisi di sisi Indonesia, sementara pihak Inggris menyerang dengan 30.000 pasukan ditambah dengan tank, pesawat, dan kapal perang.

Dibandung, bertepatan dengan Hari Pahlawan,  Pesawat buatan Indonesia akan dilaunching pada 10 November mendatang. Pesawat yang diproduksi Badan Usaha Milik Negara PT Dirgantara Indonesia itu berkapasitas 19 orang penumpang.

9e809-n21928229

Direktur PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan, pesawat N219 merupakan regenerasi dari pesawat-pesawat yang sudah pernah dibuat sebelumnya. Karena engineer pesawat N219 semuanya adalah tenaga dari Indonesia.

“Pesawat N219 ini merupakan regenerasi dari senior-senior kami yang sudah akan pensiun,” ungkap Budi saat menerima kunjungan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi, Sabtu (31/10).

Budi mengatakan, pesawat N219 merupakan teknologi terbaru PT DI. Pasalnya, semua produksi dilakukan secara digital.

“N219 ini mengikuti teknologi baru yang semuanya digital. Cara produksinya tidak lagi menggunakan prototipe seperti N250. Jadi kami bikin satu modul yang disatukan dan itu satu hal yang baru,” terang Budi.

Ditambahkannya, saat ini 80 persen sudah siap untuk dilaunching. Dia berharap dalam waktu kurang dari satu bulan sudah bisa ditampilkan di depan semua orang.

“Intinya kami sudah siap untuk launching, tapi kapannya, kami menunggu dari presiden. Karena kami ingin agar test pilot ini disaksikan presiden,” ucap Budi.‎