Keluarga Hanya Tau Pak Raden Sakit Pada Kakinya Bukan Paru-Parunya

42

Sapujagat.comPak Raden menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (30/10/2015) sekitar pukul 22.00 WIB. Diagnosa dokter pada Jumat (30/10) kemarin adalah, almarhum meninggal lantaran mengidap penyakit paru-paru.

bertahun-tahun pak Raden menggunakan kursi roda atas penyakit pada kaki yang dideritanya.

Namun, ditegaskan Siswati kakak ke enam pak Raden, meninggalnya almarhum justru bukan karena penyakit di bagian kaki yang sudah lama dideritanya.

“Sebetulnya penyakitnya yang mengganggu itu pada bagian kaki. Tetapi meninggal bukan karena kaki melainkan karena radang paru-paru. Itu mengejutkan bagi kami,” kata Siswati seperti dilansir TRIBUNNEWS dari Tabloidnova, Minggu (1/11/2015).

Ia mengungkapkan, kabar itu justru baru diketahui sejak masuk UGD pada Jumat kemarin. Padahal, sebelumnya Pak Raden belum pernah didiagnosa menderita paru-paru.

“Baru setelah masuk UGD. Sebabnya apa?. Saya juga kurang tau. Sama sekali nggak ada keluhan. Bahkan malamnya sebelum masuk rumah sakit dia masih nyanyi. Tetapi akhir-akhir ini kelihatan dari mukanya pucat, tapi dia nggak pernah mengeluh,” katanya.

Padahal, sebelumnya dijelaskan Siswati, pak Raden tidak memiliki riwayat sesak nafas, atau gangguan pada paru-parunya.

“Tidak ada sama sekali. Dan kalau ke dokter secara rutin periksa kaki.Tetapi nggak ada penyakit lain saat pemeriksaan,” jawabnya.

Pak Raden adalah tokoh ciptaan di serial anak Si Unyil. Karakternya galak dan mau oportunis. Paling malas kalau disuruh kerja bakti sehingga selalu menjadikan encok sebagai alasannya mangkir.

Tokoh ini diciptakan dan diisi suaranya oleh Drs. Suyadi. Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau pria inilah otak di balik terciptanya boneka Si Unyil dan kawan-kawannya.

Fakta Pak Raden yang Jarang Diketahui Publik

Lahir di Puger, Jember 28 November 1932.

Drs. Suyadi (lahir di Puger, Jember, Jawa Timur, 28 November 1932 – meninggal di Jakarta, 30 Oktober 2015 pada umur 82 tahun) adalah pencipta Si Unyil, sebuah film seri televisi Indonesia. Suyadi menciptakan Si Unyil agar terdapat acara mendidik untuk anak-anak Indonesia pada tahun 1980-an. Kemudian, Unyil diformat ulang untuk sesuai dengan era tahun 2000-an, sehingga tetap dapat digemari anak-anak Indonesia. Hasil dari format ulang acara Si Unyil adalah Laptop Si Unyil. Ia juga dikenal sebagai Pak Raden dalam acara Unyil. (Baca Juga: “Inilah 15 Kumpulang Gambar DP BBM Pak Raden Mengenang Masa Hidupnya“)

Pendidikan Pak Raden

Suyadi atau Pa Raden menyelesaikan studi di Fakultas Seni Rupa ITB Bandung (1952-1960) lalu meneruskan belajar animasi di Perancis (1961-1963).

Karya-karya Pak Raden

Sejak masih menjadi mahasiswa Suyadi sudah menghasilkan sejumlah karya berupa buku cerita anak bergambar dan film animasi pendek. Beliau gak hanya membuat ilustrasi, tapi juga mampu menulis ceritanya sendiri. Di usia senja, Suyadi masih tetap berkarya hingga akhir hayatnya.

Si Unyil

Pada tahun 1980 hingga 1991, anak ketujuh dari sembilan bersaudara ini terlibat langsung dalam serial Si Unyil. Dari tangannya, karakter boneka yang konsep ceritanya ditulis Kurnain Suhardiman itu lahir dan melegenda hingga saat ini.

Pak Raden si Pendongeng

Suyadi adalah pengajar seni ilustrasi di Institut Teknologi Bandung dan pengajar khusus animasi di Institut Kesenian Jakarta. Selain itu dia juga menjadi pembicara pada workshop dongeng dan animasi pada acara-acara tertentu.

Karya Tulis Pak Raden

Puluhan buku cerita anak hasil karyanya sudah beredar sejak tahun 70-an hingga sekarang. Sejumlah penghargaan di bidang pustaka pun telah dia raih. Pada tahun 2008 lalu, dia pun masih mengeluarkan buku anak berjudul Petruk Jadi Raja.

Lukisan Pak Raden

Sebagai seorang pelukis, Suyadi telah menghasilkan puluhan karya bertema anak-anak dan dunia wayang bergaya figuratif-naratif.

Prestasi Pak Raden

Dia dianugerahi penghargaan Ganesha Widya Jasa Utama karena jasa dan prestasi yang menonjol sebagai Pelopor Bidang Industri Kreatif Klaster Animasi dan Tokoh Animator di tingkat nasional.Penghargaan tersebut diterimanya pada peringatan 92 tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia di Aula Barat ITB. (Baca Juga: “Inilah Suasana di Rumah Duka Pak Raden Yang Penuh Dengan Boneka Unyil“)