Kisah Pak Raden Yang Tak Bisa Jual Lukisan “Perang Kembang” Ke Gubernur Jokowi Saat Itu

61

Sapujagat.com – Kabar duka datang dari tokoh kenamaan Drs Suyadi atau lebih dikenal dengan nama Pak Raden. Pak Raden menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (30/10/2015) sekitar pukul 22.00 WIB.

Masih ingat di benak bagaimana Pak Raden berjuang mencari biaya pengobatan penyakitnya.

Salah satunya dengan menjual karya lukisannya kepada Joko Widodo. Dengan menggunakan kursi roda, Pak Raden menyambangi Balai Kota, Jumat (13/9/2013) lalu.

Ia berniat menjual lukisannya seharga Rp 60 juta kepada Jokowi yang saat itu masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Seniman yang dikenal dengan perannya sebagai tokoh berkumis lebat itu harus memendam kekecewaan.

Pasalnya, ia tak bisa bertemu Jokowi yang kala itu sedang mengunjungi Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kedatangan Pak Raden akhirnya diterima oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“(Membuat lukisan) itu membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga. Kalau lukisan ini laku, saya gunakan untuk berobat kaki saya,” kata Pak Raden di Balai Kota saat itu.

Tolak tawaran Ahok

Basuki kemudian menawarkan Pak Raden untuk menjual lukisan berjudul “Perang Kembang” itu ke Direktorat Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif (kini Kementerian Pariwisata).

Pak Raden menolak penawaran Basuki.

Pasalnya, menurut Pak Raden, Jokowi mewakili sosok kesatria seperti yang ia lukiskan dengan cat minyak di atas kanvas berukuran 90 x 40 cm tersebut sehingga ia hanya ingin Jokowi yang membeli lukisannya. (Baca Juga: “Inilah 8 Fakta Pak Raden yang Jarang Diketahui Publik“)

Seusai bertemu Basuki, Pak Raden mendongeng di selasar Balai Kota.

Aksinya menarik perhatian wartawan, pegawai negeri sipil (PNS) DKI, dan beberapa warga di tempat itu.

Pak Raden membawakan cerita berjudul “Mari Buka Celana” dan “Bersyukur”. Dongeng “Mari Buka Celana” bercerita tentang seorang ibu yang memiliki lima orang anak yang bernama Maribu, Marika, Marice, Marila, dan Marina.

Adapun dongeng “Bersyukur” bercerita tentang seorang nenek yang sudah tidak memiliki kaki secara lengkap, tetapi nenek tersebut tak pernah lupa untuk bersyukur dan mengucap syukur.

Pada kesempatan itu, Pak Raden juga meminta izin untuk mengamen dan menawarkan lukisan terbarunya.

Lukisan berjudul “Perang Kembang” yang dijual kepada Jokowi itu berkisah tentang perlawanan kesatria melawan raksasa.

Dalam pementasan wayang orang dan wayang kulit gaya Surakarta, adegan “Perang Kembang” selalu ditampilkan dan menjadi adegan favorit bagi penonton karena indah, seru, dan menghibur. (Baca Juga: “Inilah Kumpulang Gambar DP BBM Pak Raden Mengenang Masa Hidupnya“)