Beginilah Klarifikasi Lengkap Mengenai Foto Jokowi bersama Suku Anak Dalam

51

Untuk mengetahui penanganan dampak kabut asap bagi Suku Anak Dalam, Jokowi dan Ibu Negara Iriana bersama rombongan bertolak ke Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi menggunakan helikopter TNI AU pada Jumat 30 Oktober 2015 siang.

Menurut Liputan6, Jokowi tergerak mengunjungi suku pedalaman itu, setelah mendengar kesulitan tempat tinggal dan makanan yang dialami Suku Anak Dalam. Hal ini memang sudah menjadi kewajibannya sebagai pemimpin di negeri ini untuk mengunjungi rakyatnya, terlebih Jokowi gemar blusukan dari desa ke desa.

Karena itu blusukan ke lahan sawit yang kini menjadi tempat tinggal Suku Anak Dalam, bukan hal baru bagi Jokowi. Dia berdialog langsung dengan rakyatnya itu. Duduk sama rata di tanah, sama seperti rakyatnya. Jokowi jongkok saat menemui mereka untuk mendengar langsung keluhan mereka akibat kabut asap.

Namun, kunjungan tersebut kini menjadi buah bibir di media sosial. Para netizen membicarakan foto Jokowi saat menemui suku pedalaman itu yang diduga rekayasa atau setting-an. Di gambar yang diunggah Tim Kepresidenan itu, terlihat Jokowi tengah berbincang dengan 5 orang Suku Anak Dalam tanpa mengenakan pakaian lengkap. Namun para penuding membandingkan dengan foto lainnya, di mana Suku Anak Dalam mengenakan pakaian.

Para penuding membalikkan kronologi pertemuan Jokowi dengan Suku Anak Dalam. Pertama kali adalah foto Jokowi berdialog dengan anggota Suku Anak Dalam berlatar rumah dari kayu. Mereka berpakaian lengkap. Di foto lain mereka tidak berpakaian lengkap berlatar kebun sawit dan bertelanjang dada.

Pihak-pihak tersebut menyatakan orang-orang di gambar itu disebut sama dan rekayasa semata. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang turut mendampingi kunjungan Jokowi pun buka suara. Dia geram dengan tudingan miring itu.

foto jokowi dan suku anak dalam

Dalam perjalanan, rombongan melewati kebun sawit plasma milik masyarakat Desa Bukit Suban. Di tengah perkebunan sawit plasma itu, rombongan kebetulan berpapasan dengan rombongan Orang Rimba kelompok Tumenggung Ninjo yang tengah berburu babi sejak 3 hari sebelum kunjungan.

Kelompok Ninjo tinggal di Sungai Punti Kayu yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari lokasi turunnya rombongan Presiden dari helikopter.  Lalu Presiden berhenti. Di sini, Jokowi kemudian bersalaman dengan kelompok Ninjo yang berjumlah sekitar 9 kepala keluarga. Lalu, Jokowi meminta 4 orang dari rombongan Ninjo berbicara secara khusus.

“Dan inilah ada di foto, yang pembicaraan di bawah pohon sawit. Secara rinci, orang yang di foto bawah berbaju batik dilingkari warna merah adalah anggota Babinsa di Kecamatan Air Hitam, Husni Tamrin. Sedang Orang Rimba yang dilingkari dari pinggir kiri warna biru bernama Nyerak. Warna putih Genap, kuning Meriau, dan hijau Ngelawang.

Usai berdialog dengan kelompok Ninjo, Jokowi melanjutkan perjalanannya ke perumahan sosial. Di sini Jokowi juga bersalaman dengan beberapa orang. Pada momen itu Jokowi berada dengan beberapa Orang Rimba di teras rumah.

Menurut Rudy di foto itu, dari pinggir kiri lingkaran merah adalah anggota Babinsa Husni Tamrin. Kemudian lingkaran putih adalah Tumenggung Nggrip, kuning adalah Tumenggung Tarib yang setelah masuk Islam berganti nama menjadi H Jaelani. Kemudian biru Orang Rimba bernama Njalo dan hijau bernama Prabung.

Terkait foto baju hijau yang digantung, dan kemudian ada yang dipakai, Rudy menjelaskan, staf Kemensos membawa baju hijau itu dalam jumlah banyak dan dibagikan kepada Orang Rimba. Kelompok Ninjo juga menerima baju ini. Mulanya mereka pakai, tetapi kemudian dilepas dan disangkutkan di tiang dekat Sudung atau pondok.

“Sedangkan pada foto atas, yang dilingkari warna hijau yakni Prabung dari kelompok Tumenggung Nggrip tetap memakainya,” tandas Rudy.

Agen Poker