Himbau Publik Bicara Fakta, Tim Honda Beberkan Fakta Saat Laga GP Sepang

57

Sapujagat.com – Valentino Rossi sempat menuding Marquez membantu Lorenzo dalam perebutan gelar juara MotoGP 2015 saat melakoni balapan di Phillip Island pekan lalu. Hal tersebut terlihat dari aksi Marquez yang ‘bermain’ dengan kecepatan motornya hingga akhirnya keluar sebagai juara.

Atas tudingan Rossi, pihak Tim Repsol Honda mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Honda meminta publik agar tidak berasumsi dan berbicara hanya berdasarkan fakta.

“Pertama-tama, kami ingin menegaskan kami percaya sangat penting untuk berbicara fakta dan bukan asumsi,” tulis pernyataan resmi Honda seperti dikutip Crash, Selasa (3/11/2015) dikutip dari liputan6.

Menurut tim Honda, banyaknya asumsi hanya akan memperkeruh kejadian tersebut. Karenanya, tim yang menaungi Marquez dan Dani Pedrosa itu pun mengeluarkan fakta-fakta terkait insiden itu.

“Untuk kebaikan olahraga ini, kami ingin mengimbau publik untuk hanya berbicara fakta-fakta yang muncul,” lanjut pernyataan tim Honda.

“Faktaya, hal yang disebutkan di bawah adalah satu-satunya fakta yang dapat kami pertimbangkan. Hal-hal lainnya hanya berdasar asumsi. Berbicara soal asumsi hanya akan meningkatkan atmosfer negatif yang saat ini terjadi, teatpi tidak akan mengubah kenyataan,” tulis pernyataan itu.
Berikut fakta-fakta menurut tim Honda.

1. Marc Marquez memenangkan GP Australia, menyalip Jorge Lorenzo di lap terakhir dan karenanya mengambil lima poin dari Lorenzo dalam tabel klasemen.

2. Pada hari Kamis jelang GP Malaysia di sesi jumpa pers, Valentino Rossi menuduh Marquez menghalanginya di Philipp Island untuk membantu Jorge Lorenzo.

3. Di GP Malaysia, Rossi dengan sengaja menendang Marquez yang menyebabkan dia terjatuh. Rossi kemudian diberikan hukuman penalti yang dikonfirmasi oleh Federasi Olahraga Motor Internasional

Sementara itu, Asosiasi Koordinasi Perlindungan Pertahanan Lingkungan dan Hak Pengguna Konsumen di Italia, Codacons mengajukan gugatan kepada Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM) untuk melengserkan dua pembalap Spanyol itu dari pentas MotoGP.

Lorenzo dan Marquez bahkan dikabarkan mengadakan pertemuan sebelum GP Aragon untuk menghentikan langkah The Doctor untuk jadi juara dunia. Kabar tersebut ternyata sudah dibantah Lorenzo lewat pernyataan timnya Movistar Yamaha.

Namun kasus tersebut tidak berhenti sampai situ, pihak Codacons sebagai lembaga yang melindungi hak kepentingan konsumen di berbagai bidang sesuai hukum yang tertera, memohon FIM ikut turun tangan mengusut isu konspirasi itu. Bahkan secara tegas, mereka menyarankan dua pembalap Spanyol itu untuk dilengserkan dari kompetisi MotoGP musim ini.

Inilah penyataan Codacons perihal isu konspirasi Lorenzo dan Marquez.

Codacons mengajukan keluhan berdasarkan artikel. 3.1 Peraturan FIM di mana organisasi tersebut meminta sanksi untuk dikenakan kepada pembalap Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, sebab sudah melakukan sikap anti-olah raga.

Berdasarkan hasil survei, kedua pembalap mendapat hasil baik dengan merancang perilaku tidak sportif untuk merugikan sesama pembalap dalam kejuaraan dunia. Sejak Grand Prix sebelumnya, yaitu di Australia, dan juga yang terakhir di Malaysia, Marquez telah diminta untuk merugikan Valentino Rossi yang bertujuan untuk menguntungkan pihak Jorge Lorenzo.

Seperti semua orang bisa lihat, Marquez tidak melakukan perlawanan kepada Lorenzo, tapi malah membuat perilaku provokatif dan agresif kepada Rossi, yang berpuncak dengan sebuah sundulan. Perjanjian antara dua pembalap itu (Lorenzo dan Marquez) tampak jelas.

Jelas perbuatan tersebut melanggar kode etik yang ditetapkan oleh federasi. Hukuman maksimum harus disediakan untuk keduanya sebab diatur dalam Pasal 3.2.1 yakni bisa kehilangan partisipasi dalam kejuaraan atau penghapusan definitif dari balapan.