Insiden Raffi Ahmad, Polo Srimulat : “Sekarang Zaman Kejar Tayang, Atitude Gak Dipakai Lagi”

35

Sapujagat.comRaffi Ahmad melontarkan becandaan yang menyinggung pihak wartawan di acara Happy Show di salah satu stasiun televisi swasta. Pelecehan Raffi Ahmad di salah satu tayangan televisi itu membuat para pekerja seni bereaksi.

Di mata pelawak senior Polo `Srimulat` yang dikutip dari liputan6 (2/11), apa yang diucapkan Raffi Ahmad di acara tersebut bukanlah sebuah banyolan yang bisa disambut dengan tawa terbahak-bahak.

“Itu bukan bercandaan, itu masuk pelecehan namanya,” ucap Polo `Srimulat` kepada Liputan6.com di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (3/10/2015).

Diakui Polo ‘Srimulat’, program acara lawak di televisi sudah berbeda jauh dengan apa yang pernah ditampilkan di masa lalu. Padahal, kata dia, jadi pelawak harus cerdas karena menggunakan intuisi dan ilmu dalam melempar humor.

“Memang ini peralihan dari dunia broadcast. Berbeda dengan dulu, sekarang zaman yang serba kejar tayang, atitude nggak dipakai lagi oleh para pengisi acara, harusnya itu jadi perhatian kita semua,” sesal Polo `Srimulat`.

Sebelumnya Surya Saputra juga berpendapat perihal masalah Raffi Ahmad. Ia mengatakan wartawan adalah profesi mulia yang sangat berkaitan dengan semua aspek, pelaku industri, dan semua orang.

“Harusnya hubungan baik itu selalu dijaga. saling menghargai dan menghormati satu sama lain,” papar Surya Saputra Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2015).

Menurut Surya Saputra, profesi wartawan adalah suatu pekerjaan yang tidak semua orang mampu menjalaninya. Perjuangan yang dilakukan wartawan, menjadi apresiasi tertinggi baginya.

“Susah lho, enggak gampang jadi seorang wartawan. Bisa mengupas berita secara real enggak rekayasa tapi menarik untuk dibaca,” ungkapnya.