Istana Meyakini Tak Ada Rekayasa Di Foto Jokowi dan Suku Anak Dalam

62

Sapujagat.com – Kebakaran hutan yang memyebabkan kabut asap yang jadi polemik negri ini bukan hanya di rasakan oleh masyarakat perkotaan. Namun lingkungan tinggal Suku Anak Dalam atau Orang Rimba Jambi di wilayah itu pun tak luput dari kepungan asap.

Presiden Joko Widodo langsung terbang ke wilayah terdampak kabut asap sepulang dari Negeri Paman Sam. Dari liputan6 menyebutkan jokowi dan Ibu Negara Iriana bersama rombongan bertolak ke Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi menggunakan helikopter TNI AU pada Jumat 30 Oktober 2015 siang untuk mengetahui penanganan dampak kabut asap bagi Suku Anak Dalam.

Namun Pihak Istana gerah dengan beredarnya foto dialog antara Presiden Joko Widodo dengan Suku Anak Dalam yang dianggap rekayasa atau setingan. Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah bila foto tersebut direkayasa.

“Karena beredar di sosmed cukup luas berkaitan dengan kunjungan presiden ke Suku Anak Dalam yang seakan-akan akan ada rekayasa dalam foto, perlu kami tegaskan tidak ada sama sekali yang dilakukan presiden seperti yang dituduhkan,” kata Pramono di Istana, Jakarta, Senin(2/11) yang dikutip dari merdeka.com.

Pramono mengakui bila ada satu orang yang sama dalam dua foto yang berbeda memang betul. Yaitu Husni Tamrin yang bertindak sebagai penerjemah antara presiden dengan Suku Anak Dalam.

“Bahwa ada satu orang yaitu saudara Husni Tamrin yang bertindak sebagai penerjemah yang bisa berbicara bahasa Suku Anak Dalam yang ada di dua tempat tersebut yang memakai batik. Jarak antara presiden mengunjungi Suku Anak Dalam yang mereka turun gunung, atau keluar dari hutan dengan lokasi tempat penampungan itu kurang lebih sekitar 600 sampai 800 meter,” jelas Pramono.

“Sehingga dengan demikian apa yang dikembangkan di medsos, yang seperti ini di luar etik karena betul-betul presiden dan teman media bersama-sama hadir pada waktu itu di lapangan sama sekali tidak ada rekayasa foto. Dan itu bukan karakter presiden kita. Presiden ingin apa adanya,” tandasnya.

20151102115129-1-foto-pertemuan-jokowi-dan-suku-anak-dalam-001-yulistyo-pratomo

Foto yang menjadi perbincangan itu adalah gambar dialog antara sang Presiden dengan beberapa orang dari Suku Anak Dalam. Foto tersebut berlangsung Jumat (30/10) lalu, di Desa Bukti Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Dengan menggunakan lingkaran yang terdiri dari lima warna, pengunggah pertama meyakini dua foto Jokowi adalah setingan. Dalam foto di atas, para perwakilan nampak menggunakan baju, sedangkan foto berikutnya dalam keadaan telanjang dada.

Diyakini orang-orang bertelanjang dada dalam foto tersebut merupakan sosok yang sama dengan foto Suku Anak Dalam yang berpakaian lengkap. Alhasil, banyak yang menggunjingkan Jokowi sengaja menyeting pertemuan tersebut.

Berdarnya foto tersebut, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansah membantah foto itu merupakan setingan. Kondisi yang terjadi saat pertemuan antara Presiden dengan Suku Anak Dalam tak sekalipun diseting.

“Ah soal pencitraan itu kan bagaimana orang melihat. Saya sendiri sudah datang langsung lihat kondisi di sana memang seperti itu keadaannya,” kata Khofifah saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (1/11).