Pengakuan Saksi Atas Sidang Engeline Menggambarkan Penderitaan Engeline Semasa Hidup

53

Sapujagat.com – Kasus Pembunuhan bocah 8 tahun bernama Angeline menghadirkan dua saksi di sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan Engeline dengan terdakwa Agustay Hamda May (25) di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Selasa (3/11).

Rahmat Handono dan istrinya, Susiani, pasangan suami istri itu menyebut bahwa setiap hari mereka selalu melihat Angeline bangun pagi buta dan merawat ternak-ternak piaraan Margriet. Angelinekata mereka, sering diminta memberi makan 500 ekor ayam peliharaan milik ibu angkatnya itu. Pasangan suami istri itu juga sering melihat Angeline memberi makan 20 ekor kucing dan lima ekor anjing milik Margriet.

“Ada 500 ayam, 20 kucing, dan 5 anjing. Setiap pagi saya bangun Subuh, Angeline sudah bangun mengurus ternak itu,” kata Susiani yang duduk berdampingan dengan Handono saat memberikan kesaksian di ruang sidang Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Selasa (03/11/2015).

Sedangkan Margriet, menurut Susiani‎, bangun sekitar pukul 08.00 dan hanya membantu Angeline seperlunya. “Margriet itu selalu bangun siang. Dan kerjaan memberi makan ayam, anjing, dan kucing itu dilakukan Angeline. Margriet hanya membantu saja,” kata dia sebagaimana dilansir Liputan6.

Menurut Susiani, usai pulang sekolah Angeline tidak seperti anak seumuran dia pada umumnya yang bermain usai bersekolah. Angeline harus membersihkan puluhan tempat makan dan minum ayam milik Margriet.

“Angeline membersihkan tempat makan dan minum ayam sampai jam 11 malam karena jumlahnya banyak, bahkan sampai ratusan,” ujar Susiani.

Keduanya juga mengaku sering mendengar teriakan Angeline (8) saat dipukul ibu angkatnya Margrit Megawe di rumah.

“Sebelum Angeline meninggal, saya mendengar teriakan Angeline kesakitan dipukul ibunya satu hari sebelum korban dikabarkan hilang pada 16 Mei 2015,” ujar Rahmat Handono, saat bersaksi dalam sidang di Denpasar, Selasa (3/11).

Menurut Rahmat, pada 15 Mei 2015, pukul 08.00 WITA dirinya mendengar jeritan Angeline yang kesakitan dan berkata “Sakit Mami” yang terdengar dari kamar miliknya, tidak jauh dari kamar Margriet.

Saksi kemudian keluar kamar dan bertemu Agustay Hamdamai pukul 09.00 WITA yang sedang memberi makan hewan peliharaan Margriet. Saat itu, Agustay bercerita kepada saksi bahwa Angeline baru selesai dipukul Margriet. Korban Angeline terlihat mengeluarkan darah dari telinga dan hidung.

Saat hendak menegur terdakwa Margriet, saksi Rahmat justru bersama istrinya Susiani diminta tidak ikut campur urusan keluarganya. Margriet disebut ingin mendidik Angeline menjadi anak pintar dengan cara kekerasan itu.

“Saya sering mengingatkan Margriet tapi dia malah memberitahu saya agar tidak ikut campur,” ujar Rahmat.

Saksi Susiani mengatakan, pada 16 Mei 2015 pukul 09.00 WITA, dia melihat Agustay member makan dan minum ayam milik Margriet. Namun Susiani langsung keluar rumah membeli barang dagangan untuk dijual.

Saat kembali dari berbelanja pukul 11.00 WITA, Susiani melihat Agustay duduk di kursi. “Saat kembali dari pasar saya masih melihat Angeline sedang menggambar, Margriet dan Agus masih ada di rumah itu,” ujar Susiani sebagaimana dilansir Antara dan CNN Indonesia.

Selanjutnya sekitar pukul 13.00 WITA, Susiani meninggalkan rumah untuk berjualan tanpa rasa curiga saat meninggalkan tempat tinggalnya. Namun saat kembali dari berjualan menuju rumahnya pukul 17.00 WIB, Margrit menuturkan bahwa Angeline menghilang.

“Saya langsung mengimbau Margriet untuk mengecek di dalam rumah, namun tidak ketemu,” ujarnya.

Menurut dia, Angeline anak yang tidak pernah keluar rumah untuk bermain, kecuali sekolah. “Saat itu saya melihat ekspresi Margriet kehilangan anaknya biasa-biasa saja dan Agustay terlihat tetap bekerja mengurus ayam milik majikannya,” tutur Susiani.

Sekitar pukul 19.00 Wita saksi melihat sahabat Margriet, Rohana mendatangi rumah terdakwa. Namun dia tidak mengetahui apa yang dibicarakan. “Rohana yang sering mandikan dan merawat Angeline saat Margriet sibuk atau keluar kota,” ujarnya.

Pada pukul 20.00 WIB, anak kandung Margrit, Ivon datang ke rumah Margrit dan langsung bercakap-cakap dengan ibunya di dekat mobil tua.