MotoGP Valencia: Marquez Seperti Jaga Posisi Kedua Agar Lorenzo Juara Dunia

62

Sapujagat.com – Pertaruangan MotoGP Valencia 2015 berlangsung sengit. Rider Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo yang start terdepan, langsung tancap gas. Lorenzo langsung melaju dan berada di urutan pertama.

Sementara pesaing beratnya Valentino Rossi yang start paling belakang, berusaha tampil maksimal. Meski start di urutan paling buncit, Rossi sukses menyalip satu persatu pebalap motoGP.

Memasuki lap kedua, Rossi sudah berada di posisi keenam. Bahkan, pada lap kelima, Rider Movistar Yamaha itu sukses menusuk ke posisi 5.

Memasuki lap kelima, Rossi kembali turun ke posisi 6. Namun, tak beberapa lama, Rossi kembali menyalip dan berada di urutan 5.  Memasuki lap 12, Rossi kembali menyodok ke depan dan berada di urutan 4.

Sedangkan Lorenzo tetap berada di depan. Di belakang Lorenzo, pebalap Honda Mark Marquez tetap menguntit.

Sebelum seri Sepang, The Doctor sempat menuding Marquez membantu Lorenzo dalam perebutan gelar juara MotoGP 2015 saat melakoni balapan di Phillip Island pekan lalu. Hal tersebut terlihat dari aksi Marquez yang ‘bermain’ dengan kecepatan motornya hingga akhirnya keluar sebagai juara.

Kabar ini pun ditanggapi serius oleh pihak Codacons. Asosiasi Koordinasi Perlindungan Pertahanan Lingkungan dan Hak Pengguna Konsumen di Italia itu mengajukan gugatan kepada Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM) untuk melengserkan dua pembalap Spanyol itu dari pentas MotoGP.

Lorenzo dan Marquez bahkan dikabarkan mengadakan pertemuan sebelum GP Aragon untuk menghentikan langkah The Doctor untuk jadi juara dunia. Kabar tersebut ternyata sudah dibantah Lorenzo lewat pernyataan timnya Movistar Yamaha.

Namun kasus tersebut tidak berhenti sampai situ, pihak Codacons sebagai lembaga yang melindungi hak kepentingan konsumen di berbagai bidang sesuai hukum yang tertera, memohon FIM ikut turun tangan mengusut isu konspirasi itu. Bahkan secara tegas, mereka menyarankan dua pembalap Spanyol itu untuk dilengserkan dari kompetisi MotoGP musim ini.

Inilah penyataan Codacons perihal isu konspirasi Lorenzo dan Marquez.

Codacons mengajukan keluhan berdasarkan artikel. 3.1 Peraturan FIM di mana organisasi tersebut meminta sanksi untuk dikenakan kepada pembalap Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, sebab sudah melakukan sikap anti-olah raga.

Berdasarkan hasil survei, kedua pembalap mendapat hasil baik dengan merancang perilaku tidak sportif untuk merugikan sesama pembalap dalam kejuaraan dunia. Sejak Grand Prix sebelumnya, yaitu di Australia, dan juga yang terakhir di Malaysia, Marquez telah diminta untuk merugikan Valentino Rossi yang bertujuan untuk menguntungkan pihak Jorge Lorenzo.

Seperti semua orang bisa lihat, Marquez tidak melakukan perlawanan kepada Lorenzo, tapi malah membuat perilaku provokatif dan agresif kepada Rossi, yang berpuncak dengan sebuah sundulan. Perjanjian antara dua pembalap itu (Lorenzo dan Marquez) tampak jelas.

Jelas perbuatan tersebut melanggar kode etik yang ditetapkan oleh federasi. Hukuman maksimum harus disediakan untuk keduanya sebab diatur dalam Pasal 3.2.1 yakni bisa kehilangan partisipasi dalam kejuaraan atau penghapusan definitif dari balapan.