Tak Terima Ditilang, Ibu Ini Marah dan Kesal Lalu Cakar Sang Polisi Ini

99

Sudah diketahui bahwa jajaran kepolisian sedang mengadakan operasi zebra. Begitu banyak polisi menilang kendaraan bermotor maupun mobil yang melanggar hukum lalu lintas. Operasi ini memang banyak menimbulkan kekesalan dan kemarahan bagi pengendara motor yang telah biasa melanggar, contohnya ada seorang ibu yang tidak rela ditilang dan mencakar sang polisi.

Jajaran kepolisian memang sedang gencar-gencarnya melakukan operasi lalu lintas terhadap para pengendara bermotor. Ada kejadian unik saat anggota kepolisian Kelapa Gading, Jakara Utara ingin memeriksa seorang ibu-ibu pengemudi mobil Mitsubishi Pajero.

Awalnya, ibu berinisial HC (45) tersebut kedapatan mengendarai mobilnya sambil menggunakan telepon genggap di kawasan salah satu mall di Kelapa Gading. Salah satu anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) bernama Brigadir Rustam yang melihatnya pun menyetop HC. Pasalnya, hal tersebut bisa membahayakan pengendara lain.

Ternyata, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) hingga Surat Izin Mengemudi (SIM) HC pun dinyatakan sudah mati. Saat mengisi form tilang, Brigadir Rustam ‘diserang’ oleh HC yang tak terima dirinya kena tilang. Bahkan, wajah sang polisi mengalami luka akibat cakaran dari ibu tersebut. Tak hanya dicakar, Rustam juga mendapat caci makian dari HC.

Brigadir Rustam

Usai kejadian tersebut, ibu sang pengendara mobil tersebut langsung melarikan diri. Sementara itu, Rustam langsung menjalani visum dan melaporkan ke atasannya. Sementara itu, STNK dan SIM yang telah mati tadi diamankan sebagai barang bukti.

“Ya betul itu, memang benar. Kejadian itu kalau gak salah sudah seminggu yang lalu di Kawasan Kelapa Gading. Ini terjadi karena wanita ini tidak terima lantaran dirinya ditilang oleh anggota kita,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Sudarmanto kepada Warta Kota.

“Brigadir Rustam dicakar wajahnya lantaran tidak terima ditilang itu. Bukan hanya mencakar, ibu ini menendak bahkan memukul anggota menggunakan handphone dibagian belakang telinga Rustam. Itu kan namanya sudah masuk dalam tindak penganiyaan,” tuturnya.

“Sudah diproses itu. Surat-surat kendaraannya itu sebagai tanda bukti,” kata Sudarmanto.