Tragedi Paris Buat Pengungsi Suriah Merana

35
Soldiers and police officers secure the area near La Belle Equipe, rue de Charonne, at the site of an attack on Paris on November 14, 2015 after a series of gun attacks occurred across Paris as well as explosions outside the national stadium where France was hosting Germany. More than 100 people were killed in a mass hostage-taking at a Paris concert hall and many more were feared dead in a series of bombings and shootings, as France declared a national state of emergency. AFP PHOTO / PIERRE CONSTANT

Sapujagat.com – Terjadi peristiwa yang mencekam di kota Paris yang menyebabkan 150 orang kehilangan nyawanya.  Pada Sabtu (14/11/2015) dini hari WIB. Kelompok teroris mengatasnamakan agama, ISIS akhirnya buka suara.

Mereka mengklaim bertanggungjawab berada di balik aksi penyerangan berdarah yang terjadi di kota Paris. Sedikitnya 153 orang tewas, 353 lainnya cedera dan 99 orang masih dinyatakan kritis akibat luka tembak.

Pernyataan resmi ISIS disampaikan lewat rekaman suara, yang dirilis secara online. Rekaman ini berisikan pernyataan mengerikan dari ISIS yang disampaikan dalam bahasa Prancis dan Arab.

”Kami memang menargetkan Ibukota prostitusi dan seks bebas, pembawa panji salib di Eropa,” bunyi suara itu merujuk pada kota Paris, Ibukota Prancis, sebagaimana dilansir dari abcNews, Sabtu (15/11).

Teror Paris membuat para pengungsi Syiria yang tengah mencari suaka di Eropa merana. Pasalnya, negara-negara Uni Eropa tak mau bernasib malang seperti Prancis.

Polandia menjadi salah satu negara yang mulai ketakutan. Sabtu (14/11) kemarin, Polandia tidak mau mempertaruhkan keselamatan rakyatnya hanya karena menolong para pengungsi Syria.

Polandia ternyata tak mau menjadi sasaran teror ISIS. Sebagaimana diketahui, ISIS memang diduga sebagai dalang teror yang menewaskan ratusan warga tak bersalah tersebut.

”Kebijakan UE tentang pengungsi itu berlaku untuk seluruh negara anggota. Tapi, saya rasa penerapannya akan menjadi sangat sulit sekarang,” terang Konrad Szymanski, menteri urusan Eropa dalam kabinet Polandia saat wawancara dengan stasiun radio RMF.

Dia menyatakan, atas alasan politis, kebijakan tentang pengungsi tersebut tidak lagi bisa diterapkan di Polandia. Terutama kebijakan yang mengatur relokasi pengungsi.

”Berkaca dari peristiwa tragis di Paris, menurut saya, Polandia tidak perlu lagi terlibat dalam kebijakan itu,” lanjut Szymanski.

Sumber

Agen Poker
Loading...