Tragedi Paris, Imigran Muslim Jadi Kambing Hitam - Infotainment News Online Terkini

JagatDunia

Tragedi Paris, Imigran Muslim Jadi Kambing Hitam

on

Sapujagat.com – Terjadi peristiwa yang mencekam di kota Paris yang menyebabkan 153 orang kehilangan nyawanya.  Pada Sabtu (14/11/2015) dini hari WIB. Dua pelaku pengebom bunuh diri dalam serangan di Paris Jumat malam lalu disinyalir memasuki Prancis dengan mengaku sebagai pengungsi Suriah.

Hal itu diketahui setelah polisi Prancis mengatakan sebuah paspor warga Suriah ditemukan di samping mayat seorang pengebom bunuh diri. Dalam paspor itu dia terdaftar sebagai pengungsi di Yunani kelahiran 1990.

Pihak berwenang meyakini pelaku memasuki Prancis setelah sebelumnya melewati Turki dan Yunani sejak musim panas lalu.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Ahad (15/11), dua pengebom bunuh diri itu tiba di Yunani bulan lalu. Mereka adalah dua di antara tujuh pelaku serangan mematikan Jumat malam lalu yang menewaskan 129 orang dan melukai 352 lainnya. Salah satu pelaku diketahui baru berusia 15 tahun.

Media Prancis semalam menyebutkan salah satu pelaku serangan bernama Mustafa Ismail Umar, 29 tahun, dari Courcouronnes, Essonne, Prancis.

Sementara media Serbia menyatakan salah satu pelaku bernama Ahmad Almuhamad. Menurut koran Blic, pria 25 tahun itu tiba di Kepulauan Leros, Yunani pada 3 Oktober lalu dengan tujuan Paris.

Pada 7 Oktober dia memasuki Serbia di Miratovce dari Makedonia. Koran Blic menuturkan Almuhamad mengajukan permohonan suaka di Serbia sebelum menyeberang ke Kroasia dan Austria.

Serangan terhadap imigran beragama Islam mulai dilancarkan oleh kelompok sayap kanan di Eropa dan Amerika Serikat. Para imigran itu, terutama yang baru datang dari Suriah beberapa bulan lalu, dituding disusupi teroris. (Baca Juga: “Ih Seram, Video Ini Tunjukan Korban Lari Dari Brondongan Teroris di Paris“)

“Bagaimana rasanya berbaik hati pada imigran Suriah? Inilah hasil yang diterima Eropa karena membuka pintunya pada orang asing,” kata Senator Partai Republik AS, Jim Duncan, melalui akun Twitternya kemarin (14/11).

Politikus sayap kanan Prancis, Marine Le Pen, ikut berkomentar menyudutkan imigran. Dia mengatakan sudah lima kali aksi terorisme melanda Prancis sepanjang 2015. Semua pelakunya beragama Islam dari keluarga imigran.

“Bangsa Prancis harus menentukan sikap sekarang, siapa kawan siapa lawan. Sudah terbukti musuh Prancis adalah mereka yang selalu menjalin kontak dengan pandangan Islamisme,” kata politikus wanita populer itu. (Baca Juga: “15 Gambar DP BBM Berduka Cita Atas Tragedi Paris 14 November“)

Tak sekadar itu, Le Pen mendesak perbatasan ditutup sepenuhnya dari imigran. Sedangkan di dalam negeri, untuk mengurangi ancaman teror, maka pegiat Islam yang dianggap mendukung terorisme wajib ditangkap, lalu dilucuti status warga negaranya.

“Masjid yang mengajarkan paham radikal harus ditutup, ustaz radikal harus dideportasi dari negara kita,” kata Le Pen.

Tidak semua pihak sepakat dengan pandangan para politikus sayap kanan. Tanda pagar #TerrorismHasNoReligion tersebar di Twitter.

prayforparis

“Mayoritas yang dibunuh ISIS adalah umat muslim. Jangan pernah kaitkan miliaran umat Islam di dunia dengan teror ISIS,” tulis akun Daniel Wickham.

“Tidak bisa dipercaya, ini sudah 2015 dan kita masih harus diingatkan bahwa terorisme tidak punya agama. Mereka pikir untuk apa para imigran itu kabur dari Suriah kalau bukan karena ISIS?” tulis akun milik Alicia Aguirre.

akun alica aguirre

Sumber

Recommended for you