Pasca Tragedi Paris, Hillary Clinton: 'Kita Tidak Berperang Melawan Islam' - Infotainment News Online Terkini

JagatDunia

Pasca Tragedi Paris, Hillary Clinton: ‘Kita Tidak Berperang Melawan Islam’

on

Sapujagat.com – Terjadi peristiwa yang mencekam di kota Paris yang menyebabkan 153 orang kehilangan nyawanya.  Pada Sabtu (14/11/2015) dini hari WIB. Kelompok teroris mengatasnamakan agama, ISIS akhirnya buka suara.

Mereka mengklaim bertanggungjawab berada di balik aksi penyerangan berdarah yang terjadi di kota Paris. Sedikitnya 153 orang tewas, 353 lainnya cedera dan 99 orang masih dinyatakan kritis akibat luka tembak.

Pernyataan resmi ISIS disampaikan lewat rekaman suara, yang dirilis secara online. Rekaman ini berisikan pernyataan mengerikan dari ISIS yang disampaikan dalam bahasa Prancis dan Arab.

”Kami memang menargetkan Ibukota prostitusi dan seks bebas, pembawa panji salib di Eropa,” bunyi suara itu merujuk pada kota Paris, Ibukota Prancis, sebagaimana dilansir dari abcNews, Sabtu (15/11).

Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) Iyad Madani menyeru komunitas internasional agar bekerja sama memerangi terorisme. OIC yang beranggota 57 negara itu mengutuk kejadian berdarah di Paris tersebut.

Ungkapan senada disampaikan kandidat presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton. Dalam debat kandidat yang berlangsung Sabtu lalu (14/11), dia menyerukan agar ISIS dihancurkan.

”Kita tidak berperang melawan Islam. Kita berperang melawan ekstremis yang menggunakan kekerasan,” ujar Hillary. Dia mengingatkan bahwa penduduk muslim tidak perlu dijadikan ancaman.

Selama ini, setiap kali ada kejadian terorisme besar, memang kerap terjadi islamofobia. Salah satu contohnya adalah islamofobia pasca serangan 11 September.

”Mereka harus dihancurkan. Jangan terjebak dalam pemikiran bahwa tetangga muslim Amerika (kalian) adalah musuh,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Prancis Francois Hollande menepati janjinya memerangi ISIS di Suriah, Senin (15/11/2015). Militer Prancis menyerbu kota Raqqa di Suriah dan membombardir dengan 20 bom.

Aksi ini sebagai balasan pada ISIS atas terornya di Paris pada Jumat pekan lalu.

Kementerian Pertahanan (Menhan) Prancis menyatakan, puluhan target dihancurkan termasuk pusat komando, gudang amunisi, dan kamp pelatihan.

“Total 20 bom dijatuhkan dalam penyerangan hari ini,” kata Kemenhan melansir dari Skynews yang diterbitkan dua jam lalu.

Dijelaskan juga, Prancis menyerbu Suriah denga 10 pesawat jet tempur dan andalannya. Prancis sukses menyerbu jantung ISIS atas bantuan Amerika Serikat (AS).

Sumber

Recommended for you