Gempur ISIS, Prancis Luncurkan Kapal Induk Ke Suriah

42

ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Jumat malam waktu Perancis, di mana masyarakat sipil dibantai dalam serangkaian penembakan dan ledakan bunuh diri. Setidaknya 160 orang tewas dalam serangan tersebut.

Presiden Francoise Hollande mengatakan kepada rakyatnya bahwa serangan itu adalah ‘tindakan perang’, dan sebagai balasan Perancis telah menjatuhkan 20 bom pada target ISIS di Raqqa, Suriah, pada Minggu malam.

Kapal induk Charles de Gaulle akan dikerahkan ke Mediterania Timur untuk meningkatkan operasi di Suriah. Hal itu guna memusnahkan kelompok ISIS di sana.

“Kapal induk Charles de Gaulle akan berangkat ke Mediterania Timur pada hari Kamis. Dengan kapasitas lebih banyak, tiga kali lipat,” kata Francois Hollande di depan anggota parlemen di Versailles, Prancis seperti dilansir AFP, Selasa (17/11/2015).

Kapal unggulan dari Angkatan Laut Prancis ini akan menempuh perjalanan beberapa hari untuk mencapai Suriah atau Lebanon. Sedangkan untuk mencapai Mediterania Timur diperkirakan tiba bulan depan.

Kapal tersebut juga membawa 26 pesawat tempur yang akan meningkatkan kapasitas serangan udara Prancis. Sedangkan 12 pesawat tempur lainnya telah ditempatkan di Persatuan Arab Emirat dan Yordania.

“Dengan total 38 pesawat ini diharapkan Prancis dapat meningkatkan operasinya di Suriah,” ucap Hollande menyusul serangan mematikan di Paris pada Jumat (13/11) tengah malam lalu.

Hollande juga menambahkan akan melanjutkan serangan dalam minggu yang akan datang. “Tidak ada jeda dan tak akan ada gencatan sejata. Kami akan berperang melawan terorisme yang mengancam seluruh dunia,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada hari Minggu lalu pesawat-pesawat tempur Prancis telah melakukan serangan terhadap ibu kota de facto kelompok ISIS di Suriah, Raqa. Itu merupakan serangan udara pertama Prancis melawan ISIS setelah aksi teror kelompok itu di Paris.

Sebanyak 12 pesawat tempur, termasuk 10 pengebom, menjatuhkan 20 bom ke target.

Agen Poker