Kasus Catut Nama Presiden, Jika Terbukti Setya Novanto Akan Diberhentikan Dari DPR

40

Dalam kasus pencatutan nama presiden Jokowi dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia tersebutlah dua dalang utama sesuai pres konfres dari menteri ESDM Sudirman Said. Dari dua nama terserbut, Setya Novanto menjadi salah satu penjual nama presiden dalam perpanjangan kontrak Freeport ini.

Menteri ESDM Sudirman Said secara tak langsung membenarkan Setya Novanto menjadi orang yang disebut mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Mahkamah Dewan Kehormatan (MKD) DPR pun tak akan diam jika Novanto benar terbukti bermain dalam kasus ini.

“Tapi, kalau ini terbukti juga yang sekarang, itu kan pelanggaran berat menjual nama presiden, kemudian meminta sesuatu, itu berat. Bisa berhenti sementara atau selamanya,” kata Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad ketika dihubungi, Selasa (17/11/2015).

Namun, MKD belum bisa bicara banyak. Pihaknya masih akan mengumpulkan bukti-bukti sebelum memutuskan menyelidiki kasus ini lebih jauh.

“Kita enggak bisa lidik kalau buktinya enggak ada. Ini kan buktinya surat. Surat kemudian ada buktinya. Kita kan minta kepada yang melapor, mana buktinya,” tambah politikus Partai Gerindra ini.

Dasco menegaskan, MKD menunggu Sudirman menyerahkan rekaman asli dari transkrip pembicaraan yang sudah dipegang MKD. Tak hanya itu, MKD juga menunggu Sudirman menyerahkan bukti lain yang bisa memperkuat laporannya.

“Iya, pokoknya bukti apapun. Itu rekaman juga kalau memang tidak jelas kan harus diverifikasi dulu,” terang Dasco.

Agen Poker
loading...