Inilah Penyebab Benjamin Netanyahu Bakal Ditahan Bila Injak Kaki Di Spanyol - Infotainment News Online Terkini

JagatDunia

Inilah Penyebab Benjamin Netanyahu Bakal Ditahan Bila Injak Kaki Di Spanyol

on

Sapujagat.comPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berserta enam orang petinggi Israel lainnya masuk ke dalam daftar terlarang Mahkamah Agung Spanyol. Dilansir media lokal Latin American Herald Tribune, mereka akan ditahan bila memasuki wilayah negara Spanyol.

Hakim Spanyol Jose de la Mata mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Jika orang nomor satu Israel itu menginjakkan kaki di Negeri Matador, maka polisi maupun Garda Nasional wajib menangkapnya.

Surat perintah ini terbit, setelah kasus pembunuhan aktivis di kapal bantuan Palestina, Mavi Marmara, dibuka kembali. Netanyahu dianggap bertanggung jawab atas serangan tentara Zionis ke atas kapal bantuan kemanusiaan, Freedom Flotilla pada 2010.

Selain Netanyahu, tujuh pejabat tinggi Israel juga dikenakan kebijakan yang sama. Beberapa nama kondang yang akan ditangkap adalah mantan Menlu Israel Avigdor Leiberman, Mantan Menteri Pertahanan Ehud Barak, Mantan Menteri Dalam Negeri Eli Yishai.

Kementerian Luar Negeri Israel berang mendengar adanya surat perintah penahanan tersebut. “Kami menganggapnya provokasi (dari Pengadilan Spanyol). Kami akan bekerja sama dengan pemerintah Spanyol untuk membatalkan perintah itu,” kata Juru bicara Kemenlu Israel, Emmanuel Nachson, seperti dilansir surat kabar the Independent, Selasa (17/11).

Pengadilan Spayol, setelah ada perubahan konstitusi, dapat menyidangkan kasus di luar yuridiksinya bila sudah pernah dilaporkan ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC). Tahun lalu, permintaan aktivis agar kasus ini dibuka kembali sudah disampaikan kepada ICC. Gugatan belasan pengacara HAM atas pemerintah Israel ke ICC di Den Haag, Belanda, ditolak tahun lalu.

Kasus Kapal Freedom Flotilla kembali dibuka oleh Hakim Jose sejak tahun lalu. Kasus ini terjadi ketika kapal Mavi Marmara yang hendak menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina diserang militer Israel.

Dalam kejadian ini, ada tujuh kapal yang mengangkut 500 relawan kemanusiaan. Aksi penyerbuan militer Israel sendiri menewaskan 10 orang relawan.

Kepada Jerusalem Post, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nachson mengomentari seruan Mahkamah Agung Spanyol tersebut.

“Kami menilainya sebagai provokasi. Kami sudah lama berhubungan baik dengan pemerintah Spanyol dan meminta seruan itu dibatalkan. Kami harap itu segera,” kata Emmanuel seperti dikutip Independent, Selasa (17/11).

Sumber

 

Recommended for you