Kota Jeddah Dilanda Banjir Besar, 8 Orang Tewas Terhanyut Banjir

76

Hujan lebat tak hanya memicu banjir, tetapi juga menyebabkan pohon bertumbangan dan kerusakan pada aliran listrik.

Hujan lebat dan badai memicu banjir bandang di Kota Jeddah dan sejumlah wilayah di Arab Saudi. Delapan orang dikabarkan meninggal dunia saat kejadian itu.

Di antara korban tewas, dua di antaranya meregang nyawa di Distrik Fasaliyah saat tengah memperbaiki lampu di jalanan yang terendam bah. Sementara, dua korban lainnya tewas gara-gara mengalami luka yang cukup parah.

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Nafi Al-Harbi mengatakan, di kawasan Hail, mayat seorang anak berhasil dievakuasi dari Wadi Bida bin Khalaf.

“Tak lama setelah jenazah ditemukan, tim SAR masih mencari keberadaan dua anak berusia 9 dan 12 tahun. Kedua anak itu dikabarkan hilang di wilayah yang sama,” tutur Nafi Al-Harbi seperti yang diberitakan Arab News, Rabu (18/11/2015).

Lain halnya di kawasan Yanbu, Kemenhan mendapati lima jenazah warga. Mereka di antaranya dua anak di wilayah banjir di desa Al-Bathna.

Bukan cuma itu, pencarian seorang warga juga dilakukan di Wadi Al-Jafr, yang jaraknya 40 kilometer dari Kota Madinah. Kabar ini berdasarkan laporan dari Kolonel Khaled Mubarak Al-Johani, juru bicara Pertahanan Sipil di Madinah.

Di lain tempat, Bandar Udara King Abdul Aziz juga dikabarkan menunda delapan penerbangan domestik karena cuaca buruk. Sedangkan satu penerbangan internasional dialihkan Madinah.

BMKG setempat memprediksi cuaca buruk akan terus terjadi hingga akhir pekan. Menteri Pendidikan Azzam Al-Dakhil mengumumkan bahwa sekolah di Jeddah akan tetap ditutup pada Rabu.

Sementara itu, kondisi lalu lintas menjadi lumpuh. Banyak jalan underpass ditutup lantaran tergenang air yang cukup tinggi. Sejumlah orang terlihat di jalan-jalan dan lorong-lorong mendorong kendaraan mereka keluar dari air setinggi lutut. Beberapa kendaraan rusak dan ditinggalkan pemiliknya begitu saja di pinggir jalan.

Menurut pernyataan Pertahanan Sipil, hampir 3.000 panggilan dari korban diterima tim evakuasi. Ada 11 kasus yang dilaporkan pohon yang tumbang dan papan reklame runtuh di jalan-jalan utama.

Di sejumlah kota, situasi itu diperparah pemadaman listrik. Kota Jeddah, melalui akun media sosial menyebutkan, jalan tergenang air dan terowongan karena mesin yang memompa keluar air tidak berfungsi lantaran listrik mati. “Tidak ada listrik yang bisa mengoperasikan pompa di 7 terowongan di berbagai tempat dari Jeddah.”

Perusahaan Listrik Saudi Co (SEC) menyatakan, pihaknya terpaksa memutuskan aliran pada Selasa 17 November 2015 di Barat dan Timur daerah lantaran hujan lebat dan banjir. Namun begitu, teknisi terus berupaya untuk memulihkan aliran listrik sambil menunggu bantuan dari Pertahanan Sipil dan instansi pemerintah. Ini terjadi karena beberapa daerah tidak dapat diakses lantaran terhalang banjir besar.

Menurut informasi dari pengendara, banjir besar menggenangi Jalan Palestina, Pangeran Majed Jalan underpass, Sari Jalan di persimpangan King Fahd Road, Tahliya Street, distrik Naseem, Kilometer 14 dan 11.

Jalan yang ditutup termasuk Naseem Street, Arabaeen Street, Raja Fahd Jalan di depan Souk Bawadi, Jalan Palestina di persimpangan Madinah Road, Jeddah-Makkah Raya, Sheikh Mohammed bin Jabir Street dan Sabaeen jalan di persimpangan Gharnata dan jalan-jalan Quraish.