Woow.. Gaji TKI Di Macau Sebulan Sebesar Rp 18 Juta, Kok Bisa ?

63

Para TKI Indonesia merupakan para pahlawan devisa untuk negara. Walaupun dirinya sering dijahati oleh majikanya mati dalam pekerjaanya namun bila berhasil dan sukses di luar negri para TKI ini akan menyumbang devisa bagi negara. Namun, tak semua TKI yang bernasib sial ada juga TKI yang berhasil menikah dengan majikanya.

Saat ini ada kabar yang akan membuat para TKI Indonesia berbahagia. Dikabarkan di Macau dibuka peluang bagi TKI Indonesia dengan gaji yang fantasis sebulanya.

Macau telah membuka peluang lapangan kerja bagi para tenaga kerja Indonesia (TKI) pada bidang industri hospitality seperti restoran dan perhotelan. Gaji yang ditawarkan pun cukup menjanjikan. Untuk pekerjaan-pekerjaan di bidang di hospitality, minimal gaji yang diterima TKI bisa mencapai HK$ 6.000-HK$ 10.000, setara kurang lebih Rp 10 juta-Rp 18 juta per bulan. Bagaimana? Mau?

“Kita berusaha memanfaatkan peluang ini sebaik baiknya. Namun sistem penempatan dan perlindungan TKI  perlu disiapkan kedua negara supaya berjalan lancar dan baik serta memberikan kesejahteraan dan perlindungan optimal bagi TKI,” ujar Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di Jakarta, Selasa(17/11/2015).

Selain itu, peluang pasar tenaga kerja untuk sektor konstruksi juga sangat menjanjikan, karena pembangunan di Macau sudah mulai berjalan cepat sehingga permintaan pekerja yang memiliki keterampilan sebagai ahli konstruksi sangat tinggi.

Hanif sebagaimana dilansir Liputan6 mengatakan pemerintah siap memfasilitasi pengiriman TKI sektor formal ke Macau menyusul besarnya potensi lapangan kerja yang tersedia pemerintah melihat ini sebagai peluang yang cukup baik bagi tenaga kerja kita untuk bekerja disana, terutama di sektor formal.

“Peluang lapangan kerja ada sekitar 60 ribu, kuota berkembang menjadi 240 ribu. Jadi ini memang sangat besar bila kita masuk dari sektor formal ini. Gajinya besar, sangat menarik, jauh lebih besar dari gaji di Saudi Arabia,” kata dia.

Untuk menindaklanjuti hal ini, Hanif meminta kepada Konjen KJRI Hong Kong Chalief Akbar Tjandraningrat dan Dirjen Binapenta Kemnaker Hery Sudarmanto untuk melakukan kajian lebih mengenai format kerjasama penempatan dan perlindungan TKI di Macau.

“Peluang kerja sebagai TKI formal seperti ini harus segera ditindaklanjuti dan disiapkan. Informasinya harus segera disebarluaskan kepada masyarakat dan calon TKI agar mereka benar-benar mempersiapkan diri dengan baik dan melengkapi dokumen kerja yang dibutuhkan,” tandasnya.