Kisah Frederick Sang Pelaku Teroris Di Paris Yang Diketahui Pernah Datangi Pesantren Bandung

65

Pelaku teroris penyerangan Paris satu demi satu sudah menemukan titik terang. Masing masing pelaku sudah teridentifikasi dan dilakukan pengejaran. Ada satu pelaku teroris yang teridentifiaksi dan diketahui pernah datang ke suatu pesantren di Bandung.

Tersangka teroris yang diketahui pernah datang ke pesantren Indonesia yaitu bernama Frederick C. Jean Salvi alias Ali. Pria berusia 41 tahun itu lahir di Pontarlier, Prancis. Ia dijadikan tersangka pelaku penyerangan di Paris beberapa waktu lalu.

Pemimpin Pondok Pesantren Al-Jawami, Kiai Haji Imang Abdul Hamid pernah didatangi dan bertemu langsung dengan Frederick alias Ali, seorang tersangka penyerangan di Paris. Abdul Hamid pun kaget karena tak menyangka bahwa Frederick terlibat dalam serangan brutal itu.

“Tidak nyangka Frederick terlibat teror Paris. Dulu saya pikir dia aman-aman saja. Kalau tahu dia terlibat, tentu saya tolak memasuki pesantren,” kata Abdul Hamid sebagaimana dikutip dari Tempo.

 

Abdul Hamid mengatakan kedatangan Frederick ke Al-Jawami yang beralamat di Jalan Al-Jawami, RT 03 RW 21, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung itu hanya sebatas bertamu. Dia hanya ingin berkeliling pesantren-pesantren di Indonesia. “Tidak untuk menyumbang dana atau mengajar para santri,” ucapnya.

Lebih lanjut Abdul Hamid menambahkan, kedatangan Frederic ke Pesantren Al-Jawami tidak berarti para santri di pesantren itu terlibat kegiatan teror.

“Para santri diajarkan uswatun hasanah (berperilaku baik) dan menjadi muslim yang rahmatan lil alamin. Orang yang manfaat kepada semua, bukan orang yang berbuat kerusakan dan teror. Bahkan para santri Al-Jawami dilarang demo,” ujarnya.

Saat Frederick datang berkunjung, Abdul Hamid mengaku menyambutnya tanpa prasangka apa pun. “Sebagai muslim, saya harus menghormati tamu. Apalagi tamu dari jauh.” Abdul Hamid melihat saat itu Frederick adalah sosok yang family man. “Dia terlihat rukun dengan istri dan dua putrinya,” katanya.

Menurut pengakuan Abdul Hamid, pada 2005, Frederick rutin mendatangi Pesantren Al-Jawami sebanyak empat kali. Saat bertemu dengan Abdul Hamid, Frederick diantar seorang pria misterius. Pria itu hanya mengatakan Frederick adalah muslim Prancis yang ingin melihat pesantren-pesantren di Indonesia.

“Sampai sekarang saya tidak tahu nama pemuda itu. Dia datang tanpa memperkenalkan diri. Makanya saya kurang interested,” ucapnya.

Sementara itu Hilman Faruk, putra Abdul Hamid membenarkan bahwa Frederick beberapa kali berkunjung ke Pesantren Al Jamawi pada 2005.

“Iya betul. Tapi saya enggak begitu ngikutin soalnya harus kerja,” ujar Hilman sebagaimana dilansir Liputan6.

Hilman mengaku hanya sekali melihat langsung Frederick berkunjung. Itu pun dia tidak ikut langsung dalam pertemuan tersebut. “Enggak ikut karena enggak mengerti bahasanya,” ucap dia.

Frederick, ucap Hilman, saat itu datang bersama perempuan bercadar yang mungkin istrinya dan 2 anak. “Sekilas biasa saja, tidak ada yang aneh dari penampilannya,” kata Hilman.

Penampilan Frederick waktu itu terlihat santai. “Waktu itu dia hanya mengenakan kaos oblong,” tutup Hilman.