Seorang Guru Yahudi Ditusuk Pendukung ISIS Dan Kritis

57

Negara Prancis seperti sedang habis habisan ingin digempur dan diporak-porandakan oleh para pendukung ISIS, entah apa yang mengakibatkanya. Belum genap dua minggu kasus penembakan dan pemboman di Paris kini ada peristiwa lagi yang terjadi di Prancis, seorang guru berkebangksaan yahudi di tikam oleh pendukung ISIS.

Masih belum pulih dari serangan teror, seorang guru sekolah Yahudi di kota Marseilles, Prancis ditikam. Pelakunya merupakan tiga orang pendukung militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Syukurlah, bapak guru ini tidak mengalami luka-luka yang membahayakan nyawanya. Disampaikan jaksa Marseilles, Brice Robin kepada Reuters, Kamis (19/11/2015), ketiga pelaku yang menumpang dua motor vespa, mendekati korban yang sedang berjalan kaki.

Salah satu dari pelaku, menurut jaksa Robin, mengenakan kaos berlogo ISIS. Salah satu pelaku juga menunjukkan foto pria bernama Mohamed Merah, militan yang menewaskan 7 orang dalam serangkaian serangan di Prancis bagian selatan pada tahun 2012 lalu.

“Tiga pelaku menghina, mengancam dan kemudian menikam korban di lengan dan kaki. Mereka terkejut dengan kemunculan sebuah mobil dan kabur,” terang jaksa Robin, merujuk pada teriakan anti-semitisme yang diteriakkan pelaku kepada korban.

Identitas guru (57) yang menjadi korban penikaman pada Rabu (18/11) malam waktu setempat ini, tidak dirilis ke publik. Korban yang merupakan guru geografi dan sejarah ini, menderita tiga luka tusukan di tubuhnya.

Dilaporkan bahwa bapak guru ini tengah berjalan kaki sambil mengenakankippa, penutup kepala khas Yahudi, ketika diserang di luar rumahnya, tidak jauh dari kompleks sekolah dan sinagoge tempatnya mengajar.

Insiden ini terjadi ketika Prancis masih dalam masa darurat nasional sejak serangan teror di Paris yang menewaskan 129 orang pada 13 November lalu. Komunitas Yahudi di Prancis mengaku terkejut atas insiden penikaman ini.

“Saya terkejut, karena ini insiden kedua dalam waktu yang berdekatan,” ujar presiden kelompok perwakilan Yahudi, CRIF, Michele Teboul kepada AFP. Bulan lalu, seorang pria menikam warga Yahudi setempat di wilayah yang sama.

 

sumber:detik