Kacau.. Terungkap Empat Kelakuan Maksiat Pelaku Teror Paris Yang Menyimpang Dari Agama - Infotainment News Online Terkini

JagatDunia

Kacau.. Terungkap Empat Kelakuan Maksiat Pelaku Teror Paris Yang Menyimpang Dari Agama

on

Sapujagat.comPelaku teroris penyerangan Paris satu demi satu sudah menemukan titik terang. Masing masing pelaku sudah teridentifikasi dan dilakukan pengejaran.

Peristiwa teror di Paris, Perancis, kemarin menjadi bukti bahwa kelompok ekstrim dan radikal terus ada dan selalu mengancam kehidupan kita. Dunia ternyata masih ada di bawah bayangan terorisme yang keji itu. Bahkan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) buru-buru mengklaim bertanggung jawab atas aksi bengis itu,dengan alasan sebagai balasan atas Perancis yang terlibat perang di Suriah.

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) kelompok yang mengatasnamakan agama Islam sebagai acuan mereka. Para jihadis mengatakan, apa yang mereka lakukan diperintahkan Allah.Namun, terungkap fakta jika para pelaku Teror Paris tidak menjalankan ibadah dengan benar. Bahkan mereka sama sekali tidak mengerti apa itu Islam.

Berikut Empat Kelakuan Maksiat Pelaku Teror Paris Yang Menyimpang Dari Agama

Sebagai sosok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abdul Hamid Abu Aud, 28 tahun, otak pelaku Teror Paris yang dipastikan tewas dalam penggerebekan polisi dua hari lalu di Saint Denis dikatakan tidak pernah pergi ke masjid.

Hal itu terungkap lewat pengakuan keluarganya, yakni kakak perempuan Abu Aud, Yasmina.

Dalam wawancara dengan koran the New York Times Januari lalu, Yasmina menuturkan, Abu Aud tidak menunjukkan ketertarikannya terhadap agama Islam sebelum berangkat ke Suriah pada 2013 untuk bergabung dengan ISIS.

“Dia bahkan tidak pergi ke masjid,” ujar Yasmina, seperti dilansir koran the Independent, Kamis (19/11).

Layaknya orang-orang yang tertarik bergabung dengan ISIS, Abu Aud lebih haus kekuasaan dan kekerasan, ketimbang soal agama Islam.

Lelaki kelahiran Belgia ini dibesarkan di kawasan Molenbeek. Dia sempat belajar di sekolah Katolik sebelum akhirnya dikeluarkan dan mulai menyukai obat-obatan dan suka mencuri.

Keluarga menyatakan sangat terkejut ketika dia membawa adiknya yang berumur 13 tahun, Younes, ke Suriah pada Januari 2014.

Setelah dia mengalami cuci otak di Suriah, Abu Aud kembali ke Eropa melalui Athena, Yunani.

Hasna Ait Boulahcen, 26 tahun, salah satu pelaku Teror Paris tewas dalam penggerebekan Rabu kemarin. Hasna rupanya sepupu otak pelaku teror Paris Abdul Hamid Abu Aud.

Namun, fakta mengejutkan terungkap mengenai Hasna dari saudara kandungnya sendiri, Youssouf Ait Boulahcen. Meski mereka anggota militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) rupanya perempuan yang awalnya diduga kekasih Abdul Hamid ini tidak pernah membaca kitab suci Alquran.

“Dia tidak tertarik dengan agama, tidak pernah membaca Alquran, dan baru mulai mengenakan hijab sebulan lalu,” ujar sang kakak, seperti dilansir dari Daily Mail, Jumat (20/11).

Hasna tewas dalam drama baku tembak dengan para tersangka pelaku teror Paris di Saint Denis. Dia tewas dengan meledakkan diri menggunakan rompi bom.

Sebelum meledakkan dirinya, dia sempat meminta tolong.

Dalam agama Islam, meminum minuman yang memabukkan (khamer) dilarang. Dalam surat al-Maidah ayat 90 disebutkan, “Setiap minuman yang memabukkan adalah khamer dan yang memabukkan adalah haram.”

Walaupun begitu, hal ini tidak diindahkan oleh pria yang menyebutkan dirinya berjihad atas nama Islam. Salah seorang pelaku Teror Paris malah senang minum wiski.

Hal ini diketahui dari banyaknya botol bekas wiski yang ditemukan kepolisian Prancis di apartemen milik si pelaku teror.

“Kami menemukan banyak sekali botol bekas minuman keras di apartemen tersebut. Kami menduga mereka sedang pesta miras dan obat-obatan terlarang juga di sini,” ucap seorang petugas polisi yang berjaga.

Ibrahim Abdeslam, pria yang meledakkan dirinya dalam Teror Paris pekan lalu ini rupanya pecandu berat obat-obatan terlarang. Hal ini dibuktikan ditemukannya obat dan jarum suntik di kamar hotelnya.

Menurut mantan istrinya, Naima, Abdeslam terlalu malas untuk mencari pekerjaan dan dia suka minum vodka serta bir setiap harinya.

“Aktivitas yang paling sering dilakukan adalah mengisap ganja dan tidur. Saya heran dia jadi salah satu pelaku teror di Paris,” ucap Naima.

Naima mengatakan dirinya menikah dengan Abdeslam dari 2008 hingga 2013. Selama pernikahan mereka, Abdeslam tidak pernah absen untuk mengisap ganja.

“Sehari bisa tiga hingga empat kali,” seru Naima.

Sumber

Recommended for you