Inilah Jawaban Siapakah Lucy Si Australopithecus Yang Google Doodle Peringati Hari Ini

Sapujagat.com – Ada yang menarik di laman depan Google hari ini, Selasa (24/11/2015). Raksasa mesin pencari ini merilis pertanyaan sederhana; “Siapakah lucy si Australopithecus?

Lucy ditemukan pada tahun 1974 lalu di Haidar Lembah Awash, Depresi Afar Ethiopia. Ucy merupakan nama umum dari AL 288-1, representasi 40% tulang spesimen Australopithecus afarensis.

Jika Anda belum mengetahui siapakah Lucy Si Australopithecus ? Lucy disebut juga Australopithecus afarensis, dimana tidak jauh berbeda dengan Australopithecus africanus.  Lucy memiliki body yang ramping, dan para ilmuwan mempercayai Lucy merupakan nenek moyang dari homo atau nenek moyang dari manusia modern homo sapiens.

Lucy-Google-Doodle

Fosil baru menegaskan bahwa anggota spesies Lucy membuat jejak kaki sebelum 3.6 juta tahun lalu yang ditemukan didalam abu vulkanik yang sudah mengeras yakni di Laetoli, Tanzania. Australopithecus afarensis ini dianggap sebagai peralihan primatama bipedal.

Lucy Si Australopithecus diperkirakan telah hidup di masa 3,2 juta tahu lalu. Lucy diperkirakan memiliki tinggi hampir sama dengan anak-anak modern yaitu dengan tinggi kurang dari 100 cm. Lucy Si Australopithecus sendiri ditemukan oleh Donald Carl Johanson yakni pada tahun 1974 di area sekitar pulau Hadar.

Lucy Si Australopithecus diawal tahun 2007 sudah sempat dipamerkan di Amerika Serikat selama enam tahun, namun setelah itu dikembalikan lagi kepada pemerintah Ethiopia pada tanggal 1 Mei 2013.

Google Doodle seperti ini tentu sangat bermanfaat, karena raksasa mesin pencari Google pasti setiap hari telah dibuka oleh miliaran orang, dengan begitu kita sebagai orang awam pun juga akan tahu informasi sejarah dijaman dahulu.

Itulah tadi sedikit ulasan yang dapat daya sampaikan mengenai Siapakah Lucy Si Australopithecus ?, semoga ulasan tersebut bermanfaat dan menambah wawasan kita terhadap sejarah-sejarah dimasa lalu yang mungkin belum pernah kita dapatkan di bangku sekolah.

Donald menjelaskan terdapat tiga fakta menarik berdasarkan apa yang telah ia pelajari dari spesies Australopithecus afarensis ini. Pertama, berbeda dengan spesies kera lainnya, spesies ini memiliki kemampuan berjalan tegak, sama seperti manusia.

Selain itu, Donald mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum diketahui bagaimana spesies tersebut bisa punah. “Belum ada bukti otentik yang menunjukkan bagaimana mereka bisa mati,” tuturnya.

Terakhir, meski bisa berjalan seperti manusia, spesies ini rupanya memiliki ukuran jauh lebih kecil daripada manusia. Tinggi badannya sekitar 1,1 meter dan beratnya hanya terpatok sekitar 29.

sumber

Agen Poker