Habib Rizieq Dipolisikan Karena Kasus ‘Hate Speech’ Lecehkan Budaya Sunda

42
JAKARTA, 13/9 - TAK TERLIBAT. Ketua Umum Front Pembela Islam Muhammad Rizieq Syihab (kiri) didampingi Koordinator Nasional Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) Damien Dematra (kanan) menjelaskan kepada wartawan seputar kasus penikaman pendeta HKBP di sekretariat FPI, Jakarta, Senin (13/9). Rizieq menyatakan bahwa FPI tidak terlibat dalam peristiwa penganiayaan dan penusukan terhadap dua jemaat HKBP di Bekasi. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean/ss/Spt/10.

Noery dan sejumlah tokoh Sunda melaporkan Habib Rizieq dengan Hate Speech alias ujaran kebencian serta UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 28 ayat 2.

Aliansi Masyarakat Sunda melalui Angkatan Muda Siliwangi (AMS) melaporkan Habib Rizieq ke Polda Jabar, Rabu (24/11/2015). Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) itu dianggap melecehkan budaya Sunda karena memelesetkan ucapan ‘sampurasun’ menjadi ‘campur racun.’

Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi Noery Ispandji Firman mengatakan, salam plesetan yang diucapkan Habib Rizieq terjadi beberapa waktu lalu dalam tablig akbar di Purwakarta.

Saat itu, Rizieq memelesetkan salam Sunda, ‘sampurasun’ menjadi ‘campur racun’. Pleseten itu membuat masyarakat Sunda marah.

“Pelesetan ‘campur racun’ telah melukai kultur dan kebiasaan masyarakat Sunda yang selama ini berlaku secara turun-temurun,” tutur Noery dalam konferensi persnya di Bandung, Rabu (25/11/2015).

Agen Poker