Inilah Video Habib Rizieq Pelesetkan Salam Sunda

64

Sapujagat.comHabib Rizieq dilaporkan ke Polda Jawa Barat atas tuduhan penghinaan dan pelecehan terhadap budaya sunda karena telah memelesetkan salam Sunda “sampurasun” menjadi “campur racun”. Pihak pelapor Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat yang diinisiasi oleh Angkatan Muda Siliwangi Jawa Barat juga melarang pimpinan Front Pembela Islam tersebut masuk ke Jawa Barat.

Video Habib Rizieq memelesetkan ucapan salam ‘sampurasun’ menjadi ‘campur racun’ beredar di media sosial. Guyonan imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu mendapat kecaman dari masyarakat Sunda. Habib Rizieq dituding melecehkan budaya Sunda.

Video berdurasi 42 detik itu pertama kali diunggah oleh pemilik akun bernama Muhammad Nazar di situs Youtube pada 14 November 2015 lalu. Video tersebut diberi judul “Habib Rizieq : Sampurasun?? CAMPUR RACUUUN !!! (Bupati Purwakarta).”

https://www.youtube.com/watch?v=d7jJL5HlZUU

Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Pusat Noeriy Ispandji Firman mengatakan Habib Rizieq memelesetkan “sampurasun” menjadi “campur racun” saat diundang ceramah oleh Bupati Purwakarta beberapa waktu lalu. “Laporannya dilakukan kemarin. Dilaporkan dengan UU ITE,” ucap Noeriy di Bandung.

Noeriy memperlihatkan rekaman video berdurasi sekitar 40 detik yang menampilkan Habib Rizieq sedang berceramah lalu memelesetkan salam Sunda “sampurasun” menjadi “campur racun” kepada wartawan.

Pihaknya menuntut agar Habib Rizieq meminta maaf kepada seluruh etnis Sunda karena telah memelesetkan salam “sampurasun”.

“Kami mengecam pimpinan Front Pembela Islam itu dengan melarang Habib Rizieq masuk ke Jawa Barat dan menuntut Habib Rizieq Shihab meminta maaf secara terbuka. Itu tuntutan kami,” kata dia.

Noeriy mengatakan etnis Sunda memang tidak suka berselisih namun ketika diganggu dan diusik maka orang Sunda juga bisa melawan karena salam “sampurasun” bagi masyarakat sunda memiliki arti hormat dan merupakan sebuah doa.

“Perlu saya tegaskan di sini ‘sampurasan’ adalah salam hormat dan doa, sekarang diplesetkan oleh seorang tokoh, tidak pantas, apalagi itu disampaikan di tanah Sunda, di Purwakarta,” katanya.

Menurut dia, salam “sampurasun” juga menjadi identitas bangsa di antara keragaman suku dan etnis yang ada di Indonesia sehingga jika diplesetkan maka secara tidak langsung melecehkan Bhineka Tunggal Ika.

Selain Habib Rizieq, pihaknya juga melaporkan Muhammad Syahid yang juga dianggap telah melecehkan dengan memelesetkan ‘sampurasun’ di media sosial Facebook.

Noeriy meminta agar orang sunda jangan diam dengan pelecehan budaya ini. “Kami akan koordinasi dengan semua saudara kami. Ini keterlaluan, kita seharusnya menghormati sesama budaya. Secara resmi kemarin sudah melapor ke Polda, tapi kalau Polda tidak mengusut tuntas hal ini kami dan teman-teman akan bergerak,” tuturnya.

Seniman dan budayawan Acil Bimbo menambahkan pernyataan Habib Rizieq yang memelesetkan salam tersebut harus didiskusikan kembali oleh semua elemen. Terutama yang merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut.

“Jadi apa memang cuma segini yang tersinggung. Saya yakin bukan cuma di Bandung saja yang tersinggung,” ujar Acil. “Ini cerminan, orang Bandung sudah tidak jadi pribumi lagi di Bandung. Kenapa dia berani, karena dia merasa kuat, percaya diri. Ini bukan lagi bercanda,” lanjut dia.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sundawani Robby Maulana Zulkarnaen menyakini semua orang sunda akan merasa tersinggung dan marah dengan pelecehan ini.

“Namun kita jangan sampai lengah, karena dikhawatirkan ada rencana pemecahan NKRI melalui isu ini. Ujungnya menghancurkan sebuah bangsa, yakni permasalahan budaya dan agama. Kita fokuskan ke Habib Rizieq, tidak melebar ke orang Islam,” kata dia.

Sumber