Kisah Karla Jacinto Wanita Diperkosa 43.000 Melahirkan Umur 15 Tahun dan Pernah ‘Dikerjai’ Polisi

403

Sapujagat.com – Kisah Pilu Gadis Meksiko bernama Karla Jacinto (23) yang berhasil kabur dari bisnis perdagangan manusia. Karla Jacinto, duduk termenung di sebuah kebun yang luas. Suara-suara berisik mobil, orang berbincang tak ia pedulikan. Matanya sendu.

“Aku ingat angka itu 43.200 kali,” suara Karla bergetar.

Karla adalah salah satu perempuan muda, yang berhasil lolos dari penjualan manusia. Dijadikan budak seks. Dia mengatakan, setiap hari dia harus melayani 30 pria –paling sedikit– 7 hari seminggu selama 4 tahun. Total 43.200 kali. Baca Juga: “Inilah Penyebab Karla Jacinto Diperkosa Hingga 43.200 Kali

Penyiksaan fisik dan mental yang mendera Karla Jacinto (23) saat masih menjadi korban human trafficking ternyata tak pernah usai. Polisi setempat yang seharusnya melindungi dan menegakan hukum justru ikut mengerjainya.

Saat itu, Karla sedang bekerja di sebuah hote yang berkaitan erat dengan prostitusi. Kemudian, sebanyak 30 polisi menggerebek tempat tersebut. Namun, bukannya menangkap orang yang memperkerjakan Karla dan wanita-wanita lainnya, polisi justru meminta mereka masuk ke kamar yang berbeda.

Wanita-wanita itu termasuk Karla dipaksa untuk melayani polisi dengan gerakan-gerakan tertentu. Para polisi juga merekam video mereka saat melakukan posisi-posisi tertentu. Polisi mengancam akan memberitahu kepada orangtua mereka jika wanita-wanita itu mengatakan apa yang terjadi malam itu.

“Aku mereasa mereka sangat menjijikan. Mereka tahu kami (wanita-wanita yang menjadi budak seks) minoritas dan belum dewasa. Beberapa di antara kami bahkan masih berusia 10 tahun saat itu. Sebagian dari kami menangis, tetapi tidak ada yang peduli,” tutur Karla seperti dikutip dari Latin Times, Rabu (25/11/2015).

Karla Jacinto melahirkan pada usia 15 tahun, Dari ribuan kali diperkosa, pria yang mendalangi perbudakannya juga menghamilinya. Ia pun melahirkan seorang putri di usia 15 tahun. Namun, Karla tidak bisa merawat bayinya, karena sang ayah malah merebutnya bayi cantik darinya.

“Pria itu mengambil anak perempuanku setelah ia baru lahir,” kata Karla seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (25/11/2015).

Tak hanya diperkosa, ia pun disiksa seperti dipukul, dijambak, dan disterika.

Pria itu mengatakan, Karla tak boleh melihat anaknya sebelum bayinya berusia lebih dari satu tahun. Entah apa alasannya, tetapi Karla disuruh untuk kembali melayani pria-pria hidung belang.

Tak hanya diperkosa, ia pun disiksa seperti dipukul, dijambak, dan disetrika. Karla harus melayani para pria hidung belang dari pukul 10.00 hingga tengah malam. Ia pun tak tahan untuk menangis, tetapi bukannya dikasihani, para pria itu malah menertawainya.

“Pria itu bahkan menyebutku senang menjadi pelacur,” kenang wanita yang kini menjadi aktivis human trafficking itu.

Aktivis HAM Mexico Rizo Orozco mengecam keras perdagangan manusia untuk dijadikan budak seks. “Bayangkan, perempuan 12 tahun diperkosa. Jika ia menangis, dia (pria yang memperkerjakannya) akan memukulnya lebih buruk. Jika tidak menangis, dia akan tetap memukul. Bahkan pelanggannya juga berasal dari aparat penegak hukum, sehingga perempuan itu tak tahu lagi kemana harus melarikan diri,” ucapnya.

Kisah Karla Jacinto ini menjadi cermin kasus perdagangan manusia dan pelacuran anak di bawah umur yang meningkat di Meksiko. Biasanya, puluhan ribu wanita Meskiko diperdagangkan ke kota-kota besar di Amerika Serikat seperti New York dan Atlanta.

Sumber