Dukung Setya Novanto, Fadli Zon Akui Atas Perintah Prabowo Subianto

53

Sapujagat.com – Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon terus membela Ketua DPR Setya Novanto yang tengah terseret kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, seluruh partai politik yang tergabung dalam koalisi merah putih bakal membela habis-habisan Ketua DPR Setya Novanto yang tengah tersangkut dugaan kasus pemalakan saham PT Freeport yang sedang diusut Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Menurut Fadli Zon, dukungan itu sesuai titah dari ketua umum koalisi merah putih, Prabowo Subianto.

“Kita di KMP mendukung, dan dari hasil keterangan itu nggak ada orang yang luar biasa. Pertemuan Novanto, Riza Chalid. Prabowo menyampaikan, kalau lagi tinggi semakin kencang angginnya kalau teman disaat susah, ya itu lah teman. Tapi urusan menyangkut prosedur hukum ya silahkan, saudara terkait,” kata Fadli Zon saat menghadiri acara ‘Wakaf Tanah dari Pondok Pesantren Seluas 602 hektar, di Pesantren Ulujami Pesangrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/11).

Menurut Fadli Zon, dukungan yang diberikan KMP kepada Setya Novanto merupakan hal wajar selama berdasarkan fakta. Sebab, dia melihat berdasarkan transkrip yang bocor ke publik tidak ditemukan fakta yang menyatakan bahwa Setya Novanto meminta saham di PT Freeport. Sedangkan mengenai pergantian anggota di dalam MKD, Fadli mengatakan, hal tersebut tidak perlu dimasalahkan.

“Pergantian nggak ada masalah. BKO tidak ada surat, fraksi itu urusan orang perorang. Orang yang duduk di MKD harusnya orang yang tetap. Ini soal mahkamah. Ini agak beda BKO di komisi,” kata dia.

Bahkan dia menilai MKD juga harus menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan Menteri Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Sudirman Said terkait pelaporannya dugaan kasus Ketua DPR Setya Novanto itu beberapa waktu lalu ke MKD. Menurut dia, dalam pelaporan itu Sudirman Said jelas melanggar Undang-undang.

“Saya tak mendukung orang perorang tapi Undang-undang. Freeport Sudirman Said. Kenapa nggak fokus ke itu kepelanggaran yang dilakukan SS. Kalo Novanto belum pasti. SS sudah pasti langgar Undang-undang,” kata Fadli Zon. “Di belakang ini semua permainan politik. Kalau di BKO kan enggak bisa sembarangan,” tandasnya.

“Pak Prabowo bahkan menyampaikan, kalau lagi di posisi yang tinggi itu, maka akan semakin kencang anginnya. Kalau teman (sedang berada) di saat yang susah, jangan ditinggal. Itulah yang namanya teman,” kata Fadli Zon di Jakarta, Kamis (28/11/2015).

Menurut Fadli, dukungan kepada Novanto sangat wajar diberikan, asalkan tetap sesuai dengan fakta yang ada.

Menurut dia, faktanya, sejauh ini tidak pernah ada perkataan Novanto mengenai permintaan saham ke PT Freeport dalam transkrip percakapan yang beredar.

“Di belakang ini semua, saya yakin pasti ada permainan politik,” ucap Fadli.

Fadli menambahkan, bukan sekali ini saja Prabowo mendukung temannya yang sedang tertimpa masalah.

Saat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Suryadharma Ali, terjerat kasus korupsi penyelenggaraan haji di Komisi Pemberantasan Korupsi, Prabowo juga memberikan dukungannya.

Namun, tentunya dukungan tersebut tidak sampai menjadikan Prabowo mengintervensi upaya penegakan hukum yang dilakukan KPK.

“Urusan yang menyangkut prosedur hukum ya silakan tetap berjalan,” ucap dia.

Kasus yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said tersebut tengah diproses di Mahkamah Kehormatan Dewan.

Dalam laporannya, Sudirman menyebut adanya permintaan saham kepada PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden-Wapres.

Sumber