Beginilah Alasan Bos PLN Tentang Listrik di Jakarta Sering Mati

104

Beberapa hari yang lalu wilayah Jakarta dan Tangerang diserang dengan pemadaman listrik yang terus menus dan lama. Hal ini membuat jengkel masyarakat karena kita ketahui pihak dari perusahaan PLN ingin menaikan tarif listrik namun malah pelayanan yang buruk.

Sebagian wilayah DK Jakarta dan Tangerang, Banten mengalami mati listik pada Minggu (7/12/2015). Padamnya listrik di ibukota ini tidak hanya terjadi hanya sekali saja namun sering terjadi. Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan seringnya padamnya listrik di Jakarta dan sekitarnya disebabkan kurangnya daya kapasitas sejumlah gardu induk di Jakarta.

“Kami sudah lapor ke Menteri ESDM dan Menteri BUMN bahwa ada infrastruktur yang perlu diperbaiki, dimana kejadian ini sudah lama, enam sampai tujuh tahun lalu, adaoverload gardu induk,di jab‎odetabek. Jadi harus segera dilakukan perbaikan,” ujar sofyan usai menghadap Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (7/12/2015).

Menurut bos PLN alasan mengapa sering mati listrik di Jakarta karena upaya perbaikan dan gardu sebenarnya terus diupayakan oleh PLN, namun ada banyak kendala, diantaranya masalah pembebasan lahan maupun kabel transmisi yang letaknya berada di wilayah perumahan di wilayah DKI Jakarta. “Lalu juga perbaikan kabel bawah tanah. Ini kan juga tidak mudah,” ujar Mantan Dirut Bank Rakyat Indonesia (BRI) itu.

Perkembangan terakhir, Sofyan mengatakan, Pemerintah pusat bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI telah sepakat memprioritaskan ‎pembangunan dan perbaikan jalur-jalur kabel PLN, gardu dan penggantian trafo-trafo PLN yang rusak.

“Jadi boleh pinjam tanah pemda, BUMN, dan TNI, itu tanah pemerintah, kami akan melakukan itu. Mudah-mudahan Perpresnya juga akan keluar untuk melaksanakan itu, sehingga kami untuk mengamankan Jakarta tidak padam-padam,” kata Sofyan.

Menurutnya, pembangunan gardu induk baru untuk memenuhi pasokan listrik di Jakarta dan sekitarnya memang harus dilakukan. Namun, beberapa kendala pembebasan lahan menjadi pembahmbat proses tersebut. Ia mencontohkan, beberapa kasus di wilayah Jakarta Selatan, rencana tersebut gagal dilakukan karena tidak mendapat persetujuan dari warga.

‎Untuk jalur yang di atas,yang tegangan 500 ribu KV (kilo volt), untuk keliling Jakarta ada beberapa gardu induk yang harus dibangun, contohnya 61 gardu induk baru yang selama ini terlambat pembangunannya,yaitu ada di Kebayoran, Pluit dan Pondok indah, ada di tengah-tengah perumahan, harus kami bangun, tapi kami harus beli lahannya. Lalu gardu induk yang besar, satu gardu itu dibutuhkan kira-kira 4-6 lokasi. Satu lokasi butuh 10-20 hektar lahan di pingiran kota,” ucapnya.

‎Agar pembangunan tersebut tidak terhambat, ia berharap masyarakat dapat mengerti dan memberikan ijin lahannya dilewati oleh kabel transmisi tanpa harus membeli lahan tersebut. “Kami berharap masyarakat memberikan lahannya, atau izin atasnya dilewati kabel transmisi. Ini akan kita lakukan di awal tahun depan (2016). pendanaan sudah ada, tidak ada masalah, izin Pemda sudah ada dari Pak Ahok,” pungkasnya.

 

 

sumber:liputan6.com