Beginilah Alasan Logis Puty Revita Bisa Terjerat Prostitusi Artis

145

Artis inisial PR atau Puty Revita kini tengah menjadi buah bibir di berbagai media sosial. Sampai sekarang ini, nama Eks Miss Indonesia 2014 Puty Revita langsung meroket usai dirinya tertangkap basah bersama artis seksi Nikita Mirzani berada di dalam kamar dengan telanjang dan ditemani oleh seorang pria.

Pengacara O dan F, Osner Johnson Sianipar mengatakan bahwa artis berinisial PR bukan tak lain adalah Puty Revita, finalis Miss Indonesia 2014. PR sendiri juga diamankan polisi bersama artis seksi NM di hotel berbintang lima di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis 10 Desember 2015 malam.

“Iya benar, PR adalah Puty Revita,” kata Osner di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/12/2015). Baca juga :

15 Foto Hot Puty Revita Yang Diduga Artis Inisial PR Dalam Prostitusi Artis

Osner mengungkapkan, PR baru pertama kali diajak kliennya menjadi pemuas nafsu lelaki hidung belang dengan bayaran puluhan juta rupiah.

“Artis ini, si PR baru satu kali,” tandas Osner sebagaimana dilansir Liputan6.

Kabar ini tentu saja mengejutkan banyak pihak lantaran sosok Miss Indonesia yang seharusnya menjadi panutan bagi generasi perempuan muda di Indonesia justru terjerumus ke lembah hitam?

Inilah alasan logis Puty Revita terjerat Prostitusi Artis :

Sosiolog Universitas Indonesia, Musni Umar menjelaskan bahwa ketika masuk lingkaran sosial baru, Puty akan melakukan proses imitasi. Dalam hal ini dia terjebak dalam alur hidup para model dan artis yang cenderung glamor.

“Kalau kita bergaul di lingkungan tertentu, pada umumnya pendatang baru akan ikut atau terpengaruh dengan lingkungan barunya. Katakanlah finalis Miss Indonesia itu kemudian bergaul dengan para artis papan atas. Jadi cepat atau lambat itu akan ikut apa yang dilakukan para artis itu,” kata Musni yang diberitakan Merdeka, Jumat (11/12).

Dalam pola hedonis lingkungannya, Puty harus mengubah kultur aslinya. Dalam hal pekerjaan, dia tak lagi berpikir bagaimana bisa memenuhi kebutuhan hidup. Lebih dari itu menurut Musni, Puty harus memenuhi kebutuhan glamornya yang tak terhingga.

“Pendorong kenapa misalnya finalis tadi itu dia melakukan perdagangan tubuh itu bukan untuk sekadar mempertahankan hidup. Tapi mereka melakukan itu untuk melayani gaya hidup yang hedonis, glamor. Publik figur itu kemudian untuk menempatkan diri pada puncak sebagai artis, itu kan ada kebutuhan hidup yang mewah. Mulai dari pakaiannya, tasnya, sepatunya, segala hal lah. Dia masuk pada tataran elite. Tak mungkin beli sepatu yang murah. Itu artinya mereka memerlukan uang yang banyak,” ujarnya.

Wakil Rektor I Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) juga menilai bahwa sebagai finalis Miss Indonesia atau artis papan atas, ada saatnya mereka panen, memperoleh uang banyak. Tapi juga bisa mereka mengalami paceklik. Saat kondisi keuangan terpuruk, orang semacam Puty akan cenderung memilih mencari job lain yang bersifat pragmatis, tak perlu kerja keras untuk mendapatkannya.

“Mereka melakukan double job, di samping menjadi artis, juga menjadi pelacur. Nah ini biasanya tidak tertutup dengan profesi artis saja. Untuk mendapatkan uang secara gampang ya akhirnya menjual diri, masuk ke dunia pelacuran. Inilah yang terjadi di masyarakat kita. Tapi apakah semua artis melakukan seperti itu, tidak juga. Tapi mereka yang tidak bisa mengendalikan diri dan hidupnya dikendalikan gaya hidup mewah, ya tidak ada pilihan kecuali menjadi pelacur,” ungkapnya. Baca juga :

Inilah Tarif Booking Prostitusi Artis Nikita Mirzani dan Puty Revita

Musni mendorong agar tak hanya mucikari, penjaja tubuh seperti Nikita dan Puty harus dijerat pidana. Selain itu dia juga berharap pria hidung belang yang meminta dipuaskan hasrat seksualnya turut diproses secara hukum.

“Tentu banyak yang melakukan hal seperti itu, tapi karena mereka berdua lagi sial saja. Akhirnya ketahuan oleh polisi. Sepandai-pandai menyembunyikan perilaku tidak patut itu akhirnya ketahuan juga oleh polisi. Supaya memberi efek jera, polisi harus betul-betul menuntaskan persoalan ini. Jangan lagi dikatakan mereka korban. Akan lebih hebat lagi jika polisi juga mengungkap siapa yang menjadi teman kencan mereka. Ini harus diungkap juga agar ada hukuman sosial juga dari masyarakat,” tegasnya. Baca juga :

70 Foto Hot Artis Inisial NM, Nikita Mirzani Ukuran Besar

Musni juga menegaskan bahwa tak cukup para pemain di dunia prostitusi tersebut dipolisikan. Baginya harus ada sanksi moral sebagai hukuman sosial pada mereka. Sebab menurutnya, jika penjaja tubuh dan pembeli terus dilepas dan proses hukumnya disembunyikan, maka fenomena jual tubuh akan semakin marak.

“Itu selain hukuman pidana karena mereka melanggar undang-undang. Tentu harus dipidanakan dan diberi sanksi moral. Bahayanya nanti malah diikuti oleh orang-orang. Masyarakat kan mengikuti perilaku publik figur seperti misalnya Miss Indonesia. Karena mereka sudah jadi publik figur harusnya perilaku dan penampilan tidak sembarangan. Kalau tidak dihukum, dibiarkan dan seolah ditutup-tutupi, masyarakat juga tidak memberi hukuman sosial, ya tunggu saja akan semakin marak publik figur menjual diri,” pungkasnya.

Agen Poker
Loading...