Wayan Mirna, Polisi Ungkap Kematian Mirna Tak Wajar

72

Wayan Mirna– Ayah Wayan Mirna, Dharmawan Salihin menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus yang menewaskan putrinya. Sejauh ini, pihak keluarga belum memikirkan langkah hukum.

“Saya belum tahu. Kita lihat dulu bagaimana kepolisian. Tapi, saya serahkan ke polisi,” ujar Dharmawan di rumah duka RS Dharmais, Jakarta Barat, Minggu (10/1/2016).

Dharmawan ikut mengantar saat jenazah putrinya diautopsi di Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Hasil Autopsi ‎Mirna

Setelah membujuk pihak keluarga, kepolisian akhirnya dapat melakukan autopsi terhadap jenazah Wayan Mirna Salihin (27), pengantin baru yang tewas di kedai kopi kawasan Grand Indonesia, Jakarta. Hasilnya, tim Kedokteran Forensik menemukan adanya temuan kematian tidak wajar pada Mirna.

Autopsi Mirna dilakukan polisi pada Sabtu 9 Januari 2016 di RS Pusat Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Autopsi Mirna dilakukan setelah Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak, dan Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Khrisna Murti mendapat persetujuan ‎pihak keluarga untuk membantu penyelidikan polisi.

Autopsi Mirna dilakukan 2 tim yang dipimpim dr Slamet Purnomo dan dr Arif, serta Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak.

Hasil autopsi Mirna, didapatkan pendarahan pada lambung,” kata Musyafak kepada Liputan6.com, Minggu (10/1/2016).

Penyebab pendarahan, ungkap Musyafak, adalah zat yang sifatnya korosit atau asam pekat ‎yang dapat merusak jaringan lambung. Kemungkinan besar, terang Musyafak, zat tersebut adalah sianida. Dalam banyak kasus, sianida menyebabkan kerusakan pada lambung.

Sebelumnya, Diduga Wayan Mirna (28) menjadi korban salah target akibat racun pada kopi yang ditenggaknya. Hingga kini kasusnya masih diperiksa pihak kepolisian.

Baca:  12 Foto Wayan Mirna Salihin Meninggal Usai Ngopi di Grand Indonesia