Ngeri, Begini Penjelasan Lengkap Jenazah Angeline Direndam Di Air

93

Jenazah Angeline – Ahli Forensik dari Rumah Sakit Sanglah, dokter Dudut Rustyadi mengungkapkan bahwa Jenazah Angeline ternyata telah direndam air sebelum akhirnya ditemukan.

Begini Penjealsan Lengkap Jenazah Angeline Direndam Di Air

Dokter Dudut sebagaimana dilansir SindoNews menerangkan bagaimana dia menerima jenazah Angeline pada 10 Juni 2015 lalu. Dudut yang saat itu bersama dokter Ida Bagus Putu Alit menyatakan, mereka menerima jenazah Angeline dalam kondisi basah dan berlumpur.

“Kami pertama kali menerima mayat itu keadaannya berlumpur dan berdarah. Dan disana kami melihat mayatnya ini sudah mengalami proses penyabunan. Kenapa bisa begitu karena mayat ini sepertinya direndam atau dialiri dengan air,” katanya.

Dudut yang menjadi saksi ahli menjelaskan, bila konstur tanah tidak basah maka mayat tersebut tidak mengalami penyabunan. Mayat hanya akan membusuk seperti proses biasanya.

“Proses penyabunanan ini terjadi sekitar 3 minggu atau kurang kurang dari satu bulan,” katanya.

Sementara Margareta, terdakwa kasus pembunuhan Angeline terlihat menunduk, dan terlihat sedih mendengarkan keterangan dua orang saksi ahli forensik dari Rumah Sakit Sanglah tersebut. Sesekali wanita pemilik nama asli Margriet Christina Megawe ini mengangkat kepalanya, namun wajahnya terlihat sendu dan seperti mau menangis.

Margriet Bersitegang Dengan Agus Di Persidangan

Persidangan di tempat kejadian perkara (TKP), Jalan Sedap Malam Nomor 26, Denpasar, Bali, Kamis (14/01/2016) lalu, dua terdakwa pembunuhan Angeline Margriet Megawe, Margriet Christina Megawe (Margareta) dan Agus Tae Hamda Mae, adu mulut.

Setelah memeragakan adegan Margriet mengacungkan parang kepada Agus, laki-laki asal Sumba ini langsung menyalahkan majikannya.

“Ibu yang membunuh Angeline. Gara-gara ibu saya ada di sini,” kata Agus dengan nada tinggi.

“Gara-gara kamu. Itu perbuatan kamu. Kamu yang membunuh anak saya. Kamu jahat,” ujar Margriet sambil menangis.

Perdebatan keduanya langsung dilerai Majelis Hakim Edward Haris Sinaga. Ia memerintahkan mereka tidak adu mulut dan saling tuding.

“Ini sudah baku tuding. Di perkaranya tidak boleh di sini ya,” ujarnya.

Terkait hal itu, Dion Pongkor, salah satu kuasa hukum Margriet, mengatakan bahwa Agus seorang jagoan. “Jagoan kamu, Gus,” ujarnya.

Mendengar pernyataan Dion Pongkor, Agus pun menimpalinya. “Kalau saya jagoan, tidak mungkin saya berada di sini,” kata Agus.

Karena hal itu, Agus dan Dion Pongkor juga terlibat adu mulut.

Ikuti Perkembangan kasus Angeline dan kilas baliknya di..

Pembunhan Angeline

Berita Terkait

Arwah Angeline Gentayangan, Polisi Yang Berjaga di TKP Mengaku ‘Diisengin’

Agus Pembunuhan Angeline Merasa Terancam Karna Dikeroyok 3 Orang Napi di LP

Ini Sinopsis Film : “Untuk Angeline” Yang Di Ambil Dari Kisah Nyata