Pembunuh Mirna Was-Was, 4 Alat Bukti Masih Kurang

92

Pembunuh Mirna – Netizen di hebohkan dengan kejadian Mirna Salihin yang mendadak kejang-kejang usai minum es kopi Vietnamens di Restoran Olivia, West Mall, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi menetepkan bahwa Wayan Mirna Salihin (27)  di bunuh oleh seseorang karna hasil autopsi dan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri menemukan sianida 15 gram.

“Dari hasil sampel yang dikirim ke Labfor, ditemukan kandungan sianida sebanyak 15 gram,” kata Kepala Pusat Laboratorium Forensik Polri Brigadir Jenderal Alex Mandalika sebagaimana dilansir Tempo.

Hingga saat ini pembunuh Mirna masih dikejar polisi. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan bahwa kini pihak kepolisian telah mengantongi alat bukti yang sangat kuat dan dan dalam waktu dekat siap untuk menetapkan siapa tersangka pembunuh Mirna.

“Alat bukti sudah kuat. Dari minimal dua alat bukti yang harus dikantongi, kami bahkan sudah memiliki empat alat bukti,” ujar Krishna, Senin (25/1/2016).

Krishna menambahkan, empat alat bukti kasus Mirna adalah, Baca berita lengkapnya di 4 Bukti Ini Akan Menjerat Pelaku Kasus Mirna

Namun, untuk menjerat pembunuh Mirna polisi masih kekurangan alat bukti. Meskipun sebenarnya kepolisan telah mengantongi 4 alat bukti. Padahal jumlah minimal alat bukti untuk menjerat seseorang sebagai tersangka cukup 2.

“Analisa semalam masih ada kekurangan (alat bukti). Alat bukti kami sudah ada 4, misalnya keterangan ahli, kami tambah lagi,” ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

“Ya, kan enggak apa-apa untuk melengkapi (berkas penyidikan),” kata dia.

Krishna menyatakan jika jaksa penuntut umum (JPU) meminta polisi melengkapi alat bukti saat koordinasi perkara, maka polisi akan merampungkannya.

“Kami yakin, tapi kalau jaksa belum yakin gimana? Kami melakukan ekspose dengan JPU Kasipidum (Kepala Seksi Pidana Umum). Nanti (jika) ada petunjuk apa, kami follow up. Kita ikuti saja petunjuknya,” tutur Krishna yang dikutip dari liputan6.

Di lain pihak, Pengamat hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan tidak mau menduga-duga apa motif pembunuhan Mirna. Namun Fikar menegaskan, pembunuh sadis biasanya tega menghabisi orang lain punya berbagai alasan. Antara lain, ia menyebut, bisa karena sakit hati, cemburu, dendam, hingga masalah hutang piutang. Baca berita lengkapnya di  Apa Motif Pembunuh Mirna Hingga Tega Masukan Racun Sianida

Berita Terkait

12 Foto Wayan Mirna Salihin Meninggal Usai Ngopi di Grand Indonesia

Ini Kesaksian Hani Dalam Kasus Wayan Mirna

Update! 7 Fakta Jessica Kumala Wongso Dalam Kasus Wayan Mirna