Kasus Mirna, Pengacara Jessica Sebut Tubuh Jessica Tidak Ada Bekas Iritasi

Kasus Mirna – Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mendatangi Kejaksaan Tinggi DKI (26/01). Dalam kedatangannya ke Kejaksaan Tinggi DKI, Krishna Murti membawa empat bukti untuk menjerat pembunuh Mirna.

Namun untuk menjerat pembunuh Mirna polisi masih kekurangan alat bukti. Meskipun sebenarnya kepolisan telah mengantongi 4 alat bukti. Padahal jumlah minimal alat bukti untuk menjerat seseorang sebagai tersangka cukup 2. Jaksa penuntut umum (JPU) meminta polisi melengkapi alat bukti saat koordinasi perkara.. baca berita lengkapnya di Pembunuh Mirna Was-Was, 4 Alat Bukti Masih Kurang

Pada sebelumnya, SR, pembantu di rumah Jessica Kumala Wongso (28) diamankan di rumah khusus terkait kasus Wayan Mirna Salihin (27). Polisi punya alasannya.

“Pembantu kita amankan karena keterangannya signifikan,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/1/2016). Baca berita lengkapnya Pembantu Jessica Diamankan Polisi Karna Jadi Saksi Kunci

Pengacara Jessica, Yudi Wibowo Sukinto sebagaimana dilansir dari jpnn, menceritakan bahwa saat kondisi panik karena Mirna mulai kejang-kejang,  Hani menelopon Arief Soemarko, suami Mirna.

“Beberapa lama kemudian Arief mirna datang, sedangkan Mirna sudah tidak sadar,” kata Arief.

Nah, Mirna kemudian dievakuasi menggunakan mobil Pajero milik Arief. Saat itu Mirna dipangku Hani di belakang, sedangkan Jessica duduk di depan samping sopir.

“Karena tergesa-gesa naik, celana Jessica sobek,” ujarnya.

Nah, sesampainya di rumah, Jessica pun meminta pembantunya membuang celana itu.

Yudi bersikukuh, jika celana itu dipakai untuk mengantongi sianida atau terkena sianida, pasti celana itu rusak atau bolong. Nah, jika bolong, maka tubuh Jessica akan iritasi.

“Tapi kan polisi sudah memeriksa semua tubuh Jessica dan  tidak ada bekas iritasi,” ujarnya.

Polisi Sebut Pelaku 90 Persen Tak Akan Mengaku

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Krishna mengatakan ada satu kondisi dalam penyidikan yang bisa dipakai sebagai senjata oleh pelaku untuk melawan bukti polisi.

“Saya tak bisa sebutkan apa itu. Yang pasti kami harus menguatkan alat bukti agar sah dan tak terbantahkan,” ujar Krishna di Polda Metro Jaya, Senin malam, 25 Januari 2016.

Krishna mengatakan bahwa hambatan penyidikan kasus ini masih wajar. “Sebanyak 90 persen dari 300 kasus racun yang ditangani polisi di dunia, pelakunya memang tak mau mengaku,” ujar Krishna menjelaskan teori yang didapatnya dari pengalaman yang dilansir dair tempo. Baca berita lengkapnya di Tersangka Pembunuh Mirna Cuma Satu, Polisi: “Pelaku Ogah Mengaku”

Berita Terkait

Apa Motif Pembunuh Mirna Hingga Tega Masukan Racun Sianida

Kasus Mirna, Polisi Kunci Kesaksian Hani Yang Akan Sudutkan Pelaku

4 Bukti Ini Akan Menjerat Pelaku Kasus Mirna

Agen Poker