Kombes Krishna Sebut Pembunuh Mirna Saat Jessica di TV

137

Pembunuh Mirna –  Jessica Kumala Wongso (27) atau Sisca menjadi sosok paling disorot seiring meninggalnya Wayan Mirna Salihin usai minum kopi di Olivier Cafe, West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, 6 Januari 2016.

di antara para saksi yang diperiksa polisi, Jessica Kumala Wongso lah yang paling sering menyambangi ruangan penyidik dalam kasus Wayan Mirna. Lima kali Jessica menjalani pemeriksaan polisi. Penyidik juga menghadirkan 3 psikiater forensik dari Biro Psikologi Polri untuk menganalisa karakter serta kebenaran keterangan Jessica.

Jessica Kumala Wongso (27) pada Rabu (26/1) kemarin sore sebagaimana dilansir merdeka, melakukan siaran langsung di salah satu televisi swasta. Melalui siaran tersebut, Jessica yang didampingi pengacaranya Yudi Wibowo membantah banyak isu yang tengah berkembang terkait tudingan dirinya sebagai pembunuh mirna.

Di saat yang hampir bersamaan, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengunggah status di Facebook yang terkesan menyindir Sisca. Melalui FB, Krishna Murti seolah menyebut Jessica berbohong melalui siaran televisi.

“Ih ada yg bohong di tv.. Hihihi; makin banyak omong makin ketauan kalau bohong. Khan kami belum keluarkan buktinya..,” tulis Krishna Murti di laman Facebooknya yang dikutip merdeka, Selasa (26/1).

Status `Ih Ada yang Bohong` di FB di hapus

Status sebaris tersebut langsung mendapat respons yang antusias dari netizen. Tak kurang dari 12 jam, 5000 lebih komentar mengalir, dan di-share sebanyak 185 kali.  Namun pada hari ini Rabu, 27 Januari 2016 status tersebut menghilang di halaman facebooknya. Ketika tim Citizen melakukan penelusuran pada pukul 09.00 status tersebut masih ada lalu setengah jam kemudian status tersebut sudah dihapus.

Kombes Khrisna Murti Tak Pantas beri sinyal tersangka saat Jessica di TV

Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar sebagaimana dilansir merdeka, menilai seharusnya pihak kepolisian tak perlu memberikan sinyal lemah semacam itu melalui media sosial. Dia justru berharap pihak kepolisian lebih fokus pada penguatan barang bukti saja daripada berspekulasi.

“Saya kira sebetulnya enggak perlu. Kalau pandangan saya penyidik polisi tidak perlu memberikan statment yang mengarah pada ke seseorang. Tetapi bukti-bukti saja materiil yang ditemukan. Penguatan alat bukti saja. Sebab itu nanti di peradilan yang menentukan benar tidaknya hakim,” saat berbincang dengan Merdeka.com, Selasa (26/1).

Sebab menurut Bambang, meskipun tersangka yang dituding pihak kepolisian enggan mengaku, asal ada barang bukti yang kuat, aparat kepolisian bisa tenang. Maka dari itu dia mendesak agar kepolisian fokus menguatkan atau mencari bukti fisik.

“Begini, katakanlah yang diduga itu tidak mengaku itu haknya. Nanti kan alat bukti materiil fisik yang akan bicara. Tidak mesti pengakuan. Sekarang di dalam pengadilan itu tidak mengutamakan pengakuan. Tidak mengaku pun seandainya alat bukti itu mengarah pada seseorang, orang itu kena,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar. Dia menegaskan bahwa polisi harus bertindak professional dan tak menebar spekulasi.

“Saya gak bisa menilai itu soal di TV. Kalau menurut saya profesional lah polisi, kalau memang punya bukti selesaikan,” tandasnya.

Sebelum kejadian ini, Kombes Khirsna Murti menyebutkan dua kali Tersangka Potensial Dalam Kasus Wayan Mirna… seperti apa pernyataan lengkapnya? Baca artikel lengkapnya di Krishna Murti 2 Kali Sebut Tersangka Potensial Dalam Kasus Wayan Mirna

Berita Terkait

Update! 7 Fakta Jessica Kumala Wongso Dalam Kasus Wayan Mirna

12 Foto Wayan Mirna Salihin Meninggal Usai Ngopi di Grand Indonesia

Apa Motif Pembunuh Mirna Hingga Tega Masukan Racun Sianida