Jessica Mengaku Dihipnotis Penyidik Saat Jadi Saksi Dalam Kasus Mirna - Infotainment News Online Terkini

JagatNews

Jessica Mengaku Dihipnotis Penyidik Saat Jadi Saksi Dalam Kasus Mirna

on

Kasus Mirna – Sudah hampir tiga pekan kasus Mirna bergulir. Polisi masih berhati-hati untuk menetapkan tersangka pembunuh Mirna. Pada pukul 13.25 WIB sebagaimana dilansir detik, Jessica Kumala Wongso (27) didampingi pengacaranya Yudi Wibowo mendatangi Komnas HAM.

Jessica datang ke Komnas HAM guna melaporkan perbuatan penyidik dan pemberitaan media, kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Jessica yang berstatus saksi dalam kasus kematian Mirna, mengaku disudutkan dengan opini media yang menyatakan dirinya pihak yang menaruh sianida ke kopi Mirna.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Siane Indriani mengatakan bahwa Jessica Kumala Wongso diperlakukan tidak adil.

“Dia mengaku depresi dan tertekan dengan pemberitaan di media massa, dalam pemberitaan dan ekspos yang luar biasa, yang seolah-olah membuat Jessica sebagai tersangka. Di sini letak ketidakadilannya, ia merasa tak diperlakukan dengan adil,” kata Siane Indriani di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/01/2016) kemarin.

Jessica juga mempertanyakan tindakan polisi dalam memperlakukan sebagai saksi kasus Mirna.

“Dia mempertanyakan dan menyayangkan sikap kepolisian dalam memperlakukannya sebagai saksi. Jessica merasa mendapati perlakuan yang tak adil,” tambahnya sebagaimana dikutip dari VivaNews.

Siane juga mengungkapkan bahwa Jessica menerima perlakuan yang tak menyenangkan saat dirinya diperiksa sebagai saksi dan bahkan pernah mendapatkan kata-kata kasar dari seorang polisi yang memeriksanya.

“Keluarga Jessica menerima telepon yang mengata-ngatai mereka dengan kata-kata kotor, Axxxxx, Bxxx,. Dugaan keluarga yang menelepon itu adalah oknum polisi,” katanya.

Lebih lanjut Siane mengatakan, Jessica mengaku bukan hanya dirinya, keluarganya juga tersudut akibat pemberitaan media dan tindakan kepolisian, yang mana menyebabkan tetangga pun menganggap Jessica adalah tersangka. Padahal proses hukum, hingga sekarang masih berjalan.

“Dia (Jessica) menceritakan segala proses pemeriksaan dirinya, dia konsultasi. Dia juga bilang bahwa saat pemeriksaan, ia dihipnotis untuk menjawab beberapa pertanyaan,” katanya.

Namun demikian, atas semua aduan itu, dirinya menegaskan Komnas HAM tidak akan bersikap gegabah. Siane bilang, apa yang Jessica ceritakan itu, perlu dikonfirmasi kebenarannya.

“Kalau memang itu terjadi, berarti ada ketidakadilan dan pelanggaran etika. Tapi, kita pastikan dulu. Kita akan kirim surat ke polisi, apakah benar kejadian itu, kata-kata kasar, dan penghipnotisan. Ini kita klarifikasi dulu,” ujar Siane.

Tak hanya itu, pihak Jessica bahkan menilai penggeledahan pihak kepolisian di kediamannya melanggar HAM, lantaran dalam penggeledahan tersebut tidak ada izin resmi dan pihak kepolisian tidak memakai baju dinas.

Terkait dengan tudingan itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, apa yang dilakukan Jessica adalah hal yang wajar yang dilakukan warga negara. Baca berita lengkapnya di Ini Pembelaan Polisi Saat Jessica Mengadu Ke Komnas HAM

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti juga menanggapi perihal yang di adukan Jessica. Menurut Kombes Krishna

pihaknya tidak ada kekerasan atau intervensi dalam pemeriksaan saksi.

“Enggak ada (kekerasan). Beliau minta istirahat ya istirahat. Beliau minta ditunda ya ditunda. Enggak ada,” katanya.

Dia pun mengaku tidak mengetahui apa indikator Jessica melaporkan polisi ke Komnas HAM.

“Saya enggak tahu kan orang melapor polisi juga banyak yang belum tentu laporannya benar, di SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) banyak laporan yang setelah diteliti tidak cukup bukti pidana,” ujarnya.

Berita Terkait

Terungkap.. Ini Yang Dilakukan Jessica di Malam Hari Setelah Kematian Wayan Mirna

Update Terbaru Kasus Mirna, 10 Fakta Tentang Jessica Kumala Wongso

12 Foto Wayan Mirna Salihin Meninggal Usai Ngopi di Grand Indonesia

Recommended for you